Showing posts with label Seluler. Show all posts
Showing posts with label Seluler. Show all posts

13 November 2009

XL Kukuhkan Diri Sebagai Raja Bundling

Jakarta - PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) mengukuhkan diri sebagai Raja Bundling dengan meluncurkan GVON 920 dan GVON 950. Ponsel ini menawarkan fitur ponsel yang mirip dengan smartphone.

“Program bundling layanan XL dengan GVON ini akan semakin mengukuhkan XL sebagai Raja Bundling yang akan selalu dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelanggan atas layanan yang murah dan andal plus ponsel yang juga terjangkau harganya namun mengikuti trend gaya hidup,” papar Dedi Sirath, Vice President XL Regional Jabodetabek dan Kalimantan.

Peluncuran bundling GVON itu melengkapi program bundling XL yang sudah ada, baik bundling dengan ponsel, modem data, maupun netbook. XL adalah pelopor bundling ponsel murah yang kini diikuti oleh operator lain.

XL menawarkan bundling GVON Rp 999.000 untuk GVON 950 dan Rp 1.199.000 untuk GVON 920.

GVON 920 mengusung spesifikasi dual GSM, push mail, kamera 5MP, video chatting tanpa jaringan 3G antara handset dengan merk dan tipe sejenis, keypad QWERTY & track ball, Google Map, 3D Motion Sensor, XL Yahoo Zone, XL Funbook, XL Fun & Xcite Message, Opera Mini, Java Application, MP3/MP4 Player, Real Player, LCD WQ VGA.

Sedangkan GVON 950 dilengkapi dengan fitur dual GSM, touch screen, EDGE, kamera 3MP, Memory Up tp 8GB, Motion Sensor, Bluetooth, MP3/MP4 Player, Magic Voice, 1.000 phonebook.[ito]

Sumber:
Inilah.com


Share/Bookmark

12 November 2009

Pasar mobile broadband mengerucut


Oleh Fita Indah Maulani, Bisnis Indonesia

JAKARTA: Persaingan pasar mobile broadband (akses Internet seluler berbasis modem) di tiga besar operator telekomunikasi kini mulai mengerucut, karena PT Exelcomindo Pratama Tbk (XL) tidak melakukan ekspansi pasar.

XL menahan ekspansi penjualan mobile broadband sebagai salah satu pendapatan dari layanan data karena keterbatasan kapasitas layanan, ketika tidak mendapatkan tambahan alokasi frekuensi 3G.

Sebaliknya, PT Telkomsel dan PT Indosat berencana mendorong pertumbuhan pelanggan menyusul diperolehnya tambahan alokasi frekuensi 3G sebesar 5 MHz.

Hasnul Suhaimi, Dirut PT Exelcomindo Pratama Tbk (XL), mengatakan pihaknya merasa jumlah pengguna mobile broadband XL saat ini sudah sesuai dengan kapasitas layanan sehingga untuk sementara tidak agresif dahulu dengan layanan tersebut.

“Karena kami memutuskan tidak menambah frekuensi tahun ini, maka fokus sekarang menjaga kualitas layanan. Jika penjualan ditingkatkan tetapi kualitas layanan menurun juga tidak baik,” ujarnya kepada Bisnis pekan lalu.

Dari ketiga operator telekomunikasi terbesar saat ini, hanya XL yang memutuskan tidak mengambil tambahan frekuensi 3G sebesar 5 MHz yang ditawarkan pemerintah beberapa waktu lalu.

Telkomsel dan Indosat mengambil tambahan tersebut dengan tujuan akan mereka gunakan untuk meningkatkan kualitas layanan Internet berbasis mobile broadband atau jaringan seluler pita lebar.

“Kami baru akan menambah frekuensi 3G tahun depan, bukan tahun ini,” ujar Hasnul.

Pendapatan XL dari layanan data saat ini baru menyumbang 4% kepada total pendapatan perusahaan.

Hal itu sangat kontras dengan layanan data di operator dari Telkomsel dan Indosat, yang rata-rata menyumbang 15% terhadap total pendapatan perusahaan.

Dia mengatakan pihaknya kini memilih meningkatkan penjualan produk bundling seperti BlackBerry dan ponsel China rasa Berry seperti Nexian. Kedua operator lainnya juga melakukan pemasaran agresif di pasar ini.

Pelanggan melonjak

Pelanggan seluler diperkirakan melonjak hingga 150 juta pada tahun depan, dengan jumlah pengguna mobile broadband mencapai 6 juta. Mereka rata-rata memanfaatkan kemudahan akses Internet di mana saja menggunakan modem paket berbayar tertentu.

President Director & CEO Indosat Harry Sasongko mengatakan tambahan frekuensi 3G akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas layanan 3G kepada pelanggan serta menjawab kebutuhan pasar broadband yang terus tumbuh secara signifikan.

Hingga saat ini layanan 3,5 G Indosat telah dapat dinikmati 26 kota yaitu Jabodetabek, Banda Aceh, Medan, Batam, Palembang, Bandung, Cirebon, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Cilacap, Cepu, Salatiga, Kudus, Jepara, Magelang, Surabaya, Malang, Kediri, Jember, Denpasar, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, dan Makassar.

Indosat tidak bergerak sendirian dalam merebut pasar mobile broadband. PT Indosat Mega Media (IM2) sebagai anak perusahaan juga sangat agresif meraih pasar.

Share/Bookmark

XL Punya Fiber Optic Sepanjang 12 Ribu Km


Oleh Encep Saepudin
INVESTOR DAILY


JAKARTA, PT Excelcomindo Pratama Tbk (EP) menilai infrastruktur fiber optik merupakan komponen penting untuk penyelenggaraan layanan end to end, baik suara maupun data. Selain untuk kepentingan internal perusahaan dalam penyediaan layanan jasa GSM, infrastruktur tersebut juga disewakan pada perusahaan lain.

“Pihak lain yang menggunakan infrastruktur fiber optik kami adalah pelanggan korporat lain (operator GSM lain, maupun internet service provider/ISP),” kata Presiden Direktur EP Hasnul Suhaimi di Jakarta, pekan lalu.
Hasnul membenarkan panjang jaringan kabel serat optik yang dimilik operator XL itu sudah lebih dari 12 km.

Kabel serat optik itu membentang hampir melingkari seluruh Indonesia. Bentangannya diharapkan menjadi sebuah cincin, yang melingkari seluruh kepulauan. Sampai saat ini, utilisasi dari infrastruktur yang dimiliki terus bertambah. Beberapa area utilisasinya sudah mencapai 50%.

Menyimak kebutuhan bandwidth yang makin tinggi di masa depan, pembangunan jaringan kabel serat optik belum pernah berhenti sampai ini menjadi tersambung. Investasi yang dibenamkan merupakan investasi bertahap dan jangka panjang yang dirancang sejak 1998. Sebagai gambaran, pada 2009, investasi yang telah dikeluarkan PT EP sekitar US$ 50 juta atau sekitar Rp 500 miliar.

Selain kabel serat optik, perusahaan juga melakukan investasi infrastruktur lain, seperti billing, base transceiver station (BTS), dan infrastruktur penunjang lainnya. Pembangunannya bertujuan untuk memperkuat layanan GMS bagi pelanggannya.

Dalam XL Nation Wide Backbone Network menggambarkan alur jaringan kabel serat optik (FO) inland exsiting dari Medan, Dumai, Padang, Pekanbaru, Jambi, Jabung, Kuala Tangkal, Palembang, Lampung untuk kawasan Sumatera. Untuk alur di Pulau Jawa melingkari pulau melalui Utara dan Selatan, dengan rute Anyer, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Lamongan, Surabaya, dan Puger. Di Kalimantan membentang dari Banjarmasin, Balikpapan, hingga Sangata. Untuk Sulawesi dimulai dari Makasar ke Bulobulo.

Sedangkan untuk FO submarine exsiting di kawasan Sumatera membentang dari Kuala Tangkal, Sungai Liat, Mentigi, Jakarta. Untuk kawasan Jawa dari Puger, Denpasar, Lombok, Kawinda, Bulobulo. Juga terhubungkan Sangata dan Towale. Sedangkan FO submarine ongoing 2008 tersambung dari Lamongan, Bawean, dan Banjarmasin. Serta jaringan dari Lampung menuju Anyer.

Selain itu, PT EP juga memiliki jaringan microwave link existing yang terbentang dari Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Batam, Jambi, Palembang, Bengkulu, Sungai Liat, Lampung, Anyer. Kemudian sambungan baru untuk Surabaya dan Madura. Jaringan lainnya pada Puger, Denpasar, dan Lombok.

Tidak ketinggalan, Kalimantan pun tersentuh jaringan kabel serat optik ini, yakni mulai dari Palangkaraya, Banjarmasin, Balikpapan, serta Sangata. Khusus untuk Sulawesi mengalir dari Makasar, Siwa, Kendari, Towale, dan Manado.

Dalam laporan resminya, Hasnul mengatakan, kapasitas jaringannya telah meningkat tiga kali lipat dibandingkan dua tahun lalu. Fokusnya akan tetap pada peningkatan kualitas jaringan yang disesuaikan dengan kebutuhan ekspansi di daerah-daerah tertentu (targeted expansion).

Untuk jaringan seluler, PT EP kini telah mencakup lebih dari 90% area di Indonesia. Operator XL itu memiliki 18.790 BTS (2G/3G), dan menempatkan PT EP sebagai operator yang memiliki BTS terbanyak kedua di Indonesia atau lebih banyak dari BTS yang dimiliki Indosat.
“Saat ini, utilisasi jaringan kami masih berada di bawah ambang batas dan dalam tingkat yang aman dalam mengatasi lonjakan trafik,” kata dia.

Hasil nyata lainnya adalah jumlah pelanggan XL telah meningkat sebesar 6% YoY atau 8% QoQ pada akhir September 2009 menjadi 26,6 juta pelanggan. Jumlah pelanggan XL secara nasional ini masih di bawah jumlah pelanggan Indosat yang saat ini mencapai 29 juta. ***

Share/Bookmark

26 June 2009

Menara Bersama Turunkan Tarif Seluler


INILAH.COM, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta diharapkan menjadi contoh bagi pemda lain dalam penyelanggarakan menara telekomunikasi bersama. Menara bersama bisa meningkatkan efisiensi, kepastian investasi, transparansi, serta aspek kesetaraan yang berdampak pada penurunan harga layanan telekomunikasi.

"Kami berharap daerah lain juga dapat mengoptimalkan menara telekomunikasi dalam rangka peningkatan layanan kepada masyarakat," kata Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar, di Yogyakarta, Kamis (25/6).

Basuki mengatakan hal tersebut usai menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama, penggunaan menara operator telekomunikasi bersama antara Pemkot Yogyakarta dengan Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI).

Penggunaan menara bersama sebagai implementasi Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum dan Menkominfo serta Kepala BKPM Nomor 18 Tahun 2009, tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Bersama Menara Telekomunikasi.

Menurut Basuki, beberapa hal penting dalam kesepakatan tersebut yaitu terjadinya efisiensi penggunaan menara, kepastian investasi, transparansi, aspek kesetaraan yang berdampak penurunan harga layanan telekomunikasi.

Sebelumnya di tiga wilayah Yogyakarta, Makassar, dan Kabupaten Badung terjadi perobohan menara telekomunikasi karena kesalahan pemda dan pelaku industri telekomunikasi dalam menyikapi Peraturan Menkominfo Nomor 2 Tahun 2008 tentang Penggunaan Menara Bersama.

Dalam kesepakatan itu ditetapkan antara lain bahwa hingga 2011 tidak ada penambahan menara telekomunikasi.

Senada dengan Dirjen Postel, Ketua Umum ATSI Merza Fachys menjelaskan adanya surat keputusan bersama tersebut akan menjadi acuan bagi operator telekomunikasi untuk meningkatkan kualitas layanan. "Kesepakatan tersebut akan menjadi role model bagi penyelenggara telekomunikasi," ujarnya.[*/ito].

Sumber: inilah.com