Showing posts with label Mobile. Show all posts
Showing posts with label Mobile. Show all posts

19 November 2009

Samsung Rilis Android Paling Bertenaga


Jakarta- Samsung meluncurkan i5700 Galaxy Spica yang merupakan ponsel Android kedua dari perusahaan Korsel tersebut. Handset ini merupakan Android paling bertenaga.

Samsung meluncurkan Galaxy i7500 awal tahun ini, yang merupakan ponsel Android pertama dan menjalankan sistem operasi Android yang tidak diproduksi oleh HTC. Sejak saat itu,ponsel Android berikutnya diumumkan oleh Sony Ericsson, LG dan Motorola.


Samsung Galaxy Spica atau dikenal dengan Galaxy Lite sedikit lebih besar dari pendahulunya.


Tampilan layar sentuh 320x480 berukuran 3,2 inci tidak berubah, namun model terbaru ini memorinya diperbesar dari 8 GB hingga 180 GB. Spica juga dapat menggunakan memori eksternal.


Yang membedakan Samsung Galaxy Spica dengan ponsel Android lainya adalah dukungan dalam membaca file DivX, salah satu format file untuk video.


Spica memiliki prosesor 800MHz, membuatnya Android paling bertenaga di antara yang lainnya, kata Samsung. Ponsel tersebut mendukung 3G, Wi-Fi, Bluetooth dan koneksi GPS, namun seperti versi terdahulunya, ponsel ini tidak memiliki FM radio.


Resolusi dalam kameranya telah diturunkan menjadi 3,2 MP dari versi sebelumnya 5MP. Samsung mengklaim daya tahan baterai Spica dapat mencapai waktu talktime 11,5 jam, lebih baik dua jam dari klaim sebelumnya.[ito]

Sumber:
Inilah.com


Samsung Galaxy I7500 Preview

13 November 2009

XL Kukuhkan Diri Sebagai Raja Bundling

Jakarta - PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) mengukuhkan diri sebagai Raja Bundling dengan meluncurkan GVON 920 dan GVON 950. Ponsel ini menawarkan fitur ponsel yang mirip dengan smartphone.

“Program bundling layanan XL dengan GVON ini akan semakin mengukuhkan XL sebagai Raja Bundling yang akan selalu dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelanggan atas layanan yang murah dan andal plus ponsel yang juga terjangkau harganya namun mengikuti trend gaya hidup,” papar Dedi Sirath, Vice President XL Regional Jabodetabek dan Kalimantan.

Peluncuran bundling GVON itu melengkapi program bundling XL yang sudah ada, baik bundling dengan ponsel, modem data, maupun netbook. XL adalah pelopor bundling ponsel murah yang kini diikuti oleh operator lain.

XL menawarkan bundling GVON Rp 999.000 untuk GVON 950 dan Rp 1.199.000 untuk GVON 920.

GVON 920 mengusung spesifikasi dual GSM, push mail, kamera 5MP, video chatting tanpa jaringan 3G antara handset dengan merk dan tipe sejenis, keypad QWERTY & track ball, Google Map, 3D Motion Sensor, XL Yahoo Zone, XL Funbook, XL Fun & Xcite Message, Opera Mini, Java Application, MP3/MP4 Player, Real Player, LCD WQ VGA.

Sedangkan GVON 950 dilengkapi dengan fitur dual GSM, touch screen, EDGE, kamera 3MP, Memory Up tp 8GB, Motion Sensor, Bluetooth, MP3/MP4 Player, Magic Voice, 1.000 phonebook.[ito]

Sumber:
Inilah.com


Share/Bookmark

12 November 2009

Pasar mobile broadband mengerucut


Oleh Fita Indah Maulani, Bisnis Indonesia

JAKARTA: Persaingan pasar mobile broadband (akses Internet seluler berbasis modem) di tiga besar operator telekomunikasi kini mulai mengerucut, karena PT Exelcomindo Pratama Tbk (XL) tidak melakukan ekspansi pasar.

XL menahan ekspansi penjualan mobile broadband sebagai salah satu pendapatan dari layanan data karena keterbatasan kapasitas layanan, ketika tidak mendapatkan tambahan alokasi frekuensi 3G.

Sebaliknya, PT Telkomsel dan PT Indosat berencana mendorong pertumbuhan pelanggan menyusul diperolehnya tambahan alokasi frekuensi 3G sebesar 5 MHz.

Hasnul Suhaimi, Dirut PT Exelcomindo Pratama Tbk (XL), mengatakan pihaknya merasa jumlah pengguna mobile broadband XL saat ini sudah sesuai dengan kapasitas layanan sehingga untuk sementara tidak agresif dahulu dengan layanan tersebut.

“Karena kami memutuskan tidak menambah frekuensi tahun ini, maka fokus sekarang menjaga kualitas layanan. Jika penjualan ditingkatkan tetapi kualitas layanan menurun juga tidak baik,” ujarnya kepada Bisnis pekan lalu.

Dari ketiga operator telekomunikasi terbesar saat ini, hanya XL yang memutuskan tidak mengambil tambahan frekuensi 3G sebesar 5 MHz yang ditawarkan pemerintah beberapa waktu lalu.

Telkomsel dan Indosat mengambil tambahan tersebut dengan tujuan akan mereka gunakan untuk meningkatkan kualitas layanan Internet berbasis mobile broadband atau jaringan seluler pita lebar.

“Kami baru akan menambah frekuensi 3G tahun depan, bukan tahun ini,” ujar Hasnul.

Pendapatan XL dari layanan data saat ini baru menyumbang 4% kepada total pendapatan perusahaan.

Hal itu sangat kontras dengan layanan data di operator dari Telkomsel dan Indosat, yang rata-rata menyumbang 15% terhadap total pendapatan perusahaan.

Dia mengatakan pihaknya kini memilih meningkatkan penjualan produk bundling seperti BlackBerry dan ponsel China rasa Berry seperti Nexian. Kedua operator lainnya juga melakukan pemasaran agresif di pasar ini.

Pelanggan melonjak

Pelanggan seluler diperkirakan melonjak hingga 150 juta pada tahun depan, dengan jumlah pengguna mobile broadband mencapai 6 juta. Mereka rata-rata memanfaatkan kemudahan akses Internet di mana saja menggunakan modem paket berbayar tertentu.

President Director & CEO Indosat Harry Sasongko mengatakan tambahan frekuensi 3G akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas layanan 3G kepada pelanggan serta menjawab kebutuhan pasar broadband yang terus tumbuh secara signifikan.

Hingga saat ini layanan 3,5 G Indosat telah dapat dinikmati 26 kota yaitu Jabodetabek, Banda Aceh, Medan, Batam, Palembang, Bandung, Cirebon, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Cilacap, Cepu, Salatiga, Kudus, Jepara, Magelang, Surabaya, Malang, Kediri, Jember, Denpasar, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, dan Makassar.

Indosat tidak bergerak sendirian dalam merebut pasar mobile broadband. PT Indosat Mega Media (IM2) sebagai anak perusahaan juga sangat agresif meraih pasar.

Share/Bookmark

27 October 2009

BTS tertinggi di dunia akan dibangun di Pegunungan Mount Everest


Sebagian orang mungkin mengganggap hal ini kurang berguna tetapi bagi kami sih penting juga yah!!

Perusahaan telekomunikasi Nepal, Nepal Telecom telah memutuskan untuk memasang tower BTS (Base Transceiver Station) di gunung tertinggi Mount Everest dan akan menjadikannya sebagai tower BTS tertinggi di dunia.


BTS ini nantinya akan berada di ketinggian 5.160 meter di atas permukaan laut dan diharapkan dapat mencakup seluruh wilayah pegunungan tersebut sehingga setiap pendaki gunung masih bisa bertelpon ria dan berinternet (mungkin). :-)


Pembangunan tower ini akan dimulai pada bulan Juni dan dapat digunakan baik untuk sistem GSM maupun CDMA serta bisa menangani 3.000 panggilan telpon masuk/keluar di saat bersamaan.

Bayangkan bila ini terealisasi, mungkin banyak pendaki yang dapat tertolong jiwanya bila dalam masalah atau kalau sedang kangen sama sang kekasih, bisa mengobrol juga.

sumber:
otakku, www.ubergizmo.com