Showing posts with label Kereta Api. Show all posts
Showing posts with label Kereta Api. Show all posts

01 August 2009

Kereta Api Sebagai Moda Transportasi Pilihan


Keunggulan transportasi kereta api antara lain sebagai angkutan yang hemat energi, hemat lahan, bersahabat dengan lingkungan, tingkat keselamatan tinggi, mampu mengangkut dalam jumlah besar, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dapat langsung ke pusat kota, seperti terungkap dalam lokakarya yang diselenggarakan oleh BPM PT KA (Persero) (17/11) dengan mengambil tema "Pengusahaan Perkeretaapian dengan Meningkatkan Kualitas dan Memberikan Nilai Tambah Bagi Kelestarian Lingkungan."

Keunggulan transportasi kereta api antara lain sebagai angkutan yang hemat energi, hemat lahan, bersahabat dengan lingkungan, tingkat keselamatan tinggi, mampu mengangkut dalam jumlah besar, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dapat langsung ke pusat kota, seperti terungkap dalam lokakarya yang diselenggarakan oleh BPM PT KA (Persero) (17/11) dengan mengambil tema "Pengusahaan Perkeretaapian dengan Meningkatkan Kualitas dan Memberikan Nilai Tambah Bagi Kelestarian Lingkungan."

Tujuan lokakarya, yaitu untuk sosialisasi misi baru perusahaan dan Perumus langkah dan program lanjutan perusahaan dalam menyikapi "Kelestarian lingkungan".

Turut hadir sebagai pembicara, yaitu DR.Ir. Julison Arifin, Msc (Direktur Pengembangan Usaha PT. Kereta APi (Persero)) memaparkan makalah "Sistem dan Bisnis Kereta Api Indonesia"; ir.Hartono AS, MM (Ka. SPI PT. Kereta Api (Persero)) memaparkan makalah berjudul "Tinjauan tentang Penghematan BBM pada Lokomotif dan Pelestarian Lingkungan"; Prof.Ina Primiana.S (Guru Besar FE Unpad) memaparkan makalah bertema "Strategi Pengembangan Bisnis PT KA yang memiliki Value Added"; Ir.Teti Armiati Argo, Ph.D (dosen ITB) memaparkan makalah bertema "Kereta Api sebagai Penggerak Pembangunan yang Berkelanjutan".

Tugas manajemen untuk bisa memecahkan permasalahan melalui strategi yang dijalani PT KA antara lain :

  1. Menarik pasar dengan memikirkan sesuatu yang dapat dijual
  2. Mendorong teknologi dengan menjual apa yang dapat dibuat
  3. Menciptakan kerjasama antar fungsional seperti kerjasama di antara unit pemasaran, operasi teknik dan fungsi lainnya sehingga akan tercipta produk yang memenuhi kebutuhan pelanggan dengan menggunakan teknologi yang memberikan keuntungan terbaik

Kereta api sebagai pilihan bertransportasi tampaknya harus segera diwujudkan untuk dijadikan sebagai tulang punggung transportasi nasional, baik untuk angkutan penumpang maupun angkutan barang. Pertumbuhan kendaraan yang jauh melebihi kapasitas dan pertumbuhan jalan raya mengakibatkan tingginya tingkat kemacetan dan polusi yang mengakibatkan pemanasan global.

Kereta api memang telah terbukti bukan hanya sebagai angkutan yang mampu mengangkut dalam jumlah besar namun juga hemat BBM, hemat lahan dan tentunya ramah lingkungan. Sehingga menjadi suatu hal yang perlu dipikirkan untuk menjadikan kereta api sebagai tulang punggung transportasi nasional dan keberpihakan semua elemen masyarakat dan pemerintah termasuk kita yang berada di dalam perusahaan ini untuk mewujudkannya. (K.04).

sumber: www.kereta-api.com


Sentuhan Layanan Baru KA Argo Gede


Untuk memenuhi selera konsumen PT.Kereta Api (Persero) senantiasa terus berupaya melakukan peningkatkan pelayanan, mulai dari pra perjalanan di stasiun pemberangkatan, selama di atas KA hingga tiba di stasiun tujuan. Layanan baru bagi para penumpang KA Argo Gede Jakarta-Bandung atau sebaliknya merupakan salah satu upaya PT.KA untuk selalu care terhadap keinginan pelanggan.

KA Argo Gede berjalan secara reguler dengan 12 KA per hari, masing-masing 6 perjalanan dari Bandung-Gambir dan sebaliknya. Jadwal dari Jakarta pk. 06.10, 09.10, 11.30, 14.30, 17.45 dan 19.30, sedangkan dari Bandung pk. 06.00, 07.35, 10.30,14.30, 16.15 dan 18.30. Khusus setiap hari Senin ada tambahan KA pk. 10.20 dari Gambir dan pk.07.05 dari Bandung. Adapun setiap hari Minggu ditambahkan KA pk.12.30 dari Gambir dan pk.09.15 dari Bandung, untuk menampung jumlah penumpang yang biasanya meningkat pada akhir pekan.Rata-rata setiap rangkaian KA Argo Gede membawa 4 kereta dengan tarif berkisar antara Rp.50.000,- sd Rp.60.000,- disesuaikan harinya.

Perubahan pelayanan KA Argo Gede sebenarnya sudah dimulai sejak tanggal 1 Juli 2009 yang lalu, mulai dari tingkat kenyamanan, kebersihan kereta, tambahan fasilitas seperti bacaan untuk penumpang, tambahan variasi menu restorasi, aneka oleh2 khas Bandung hingga fasilitas karaoke di kereta makan. Dalam upaya menjaga tingkat kebersihan, telah disediakan 1 orang tenaga OTC (On Trip Cleaning) setiap kereta dan 1 orang Pramugari per kereta untuk melayani kebutuhan penumpang. Bagi para penumpang yang membutuhkan charger HP disediakan alat tersebut (Nokia dan Black Berry) di kereta makan.Tambahan menu baru antara lain nasi timbel, nasi tutug oncom, nasi rawon, steak ayam dan aneka juice dan lain-lain.

Sedangkan untuk melayani keluhan atau saran bagi para penumpang KA Argo Gede disediakan petugas Manager On Duty, yang dilengkapi dengan HP yang dapat dihubungi selama perjalanan. (Nama dan nomor HP setiap Manager On Duty dapat dilihat di tiap-tiap rangkaian KA)

Kemudahan penumpang dalam mencari angkutan lanjutan atau intermoda juga telah dipersiapkan. Di stasiun kedatangan Gambir, para penumpang Argo gede dapat menggunakan transportasi lanjutan berupa KRL ( Kereta Api Listrik ) dengan menunjukkan tiket KA Argo Gede saat menggunakan KRL, atau mendapatkan secara cuma-cuma tiket Bus Transportasi Jakarta (Busway) dengan menukarkan tiket Argo Gede dengan tiket Bus Transportasi Jakarta di Kantor Wakil Kepala Stasiun / TU Gambir.

Sedangkan di stasiun kedatangan Bandung, para penumpang yang akan meneruskan perjalanan disediakan counter-counter penyewaan kendaraan untuk tour, penyewaan harian/ per jam . maupun untuk menuju lokasi tertentu (drop in) dengan tarif resmi. Peningkatan layanan ini secara bertahap dan berkesinambungan akan diberlakukan untuk seluruh KA kelas Argo dan kelas Eksekutif lainnya.

sumber: www.kereta-api.com


Tarif Kereta Api Turun


Jakarta, Kompas - Mulai hari Sabtu (1/8) ini, PT Kereta Api menurunkan tarif kereta api kelas eksekutif sebesar Rp 5.000-Rp 20.000. Penurunan tarif ini seiring dihapuskannya layanan makanan dan minuman gratis di atas kereta api.

Bagi penumpang yang menghendaki layanan makanan tetap dapat memesan di restorka atau kereta makan yang ada di setiap rangkaian KA eksekutif.

”Tujuan utama penghapusan tuslah makanan dan minuman sehingga tarif KA turun adalah meningkatkan daya kompetisi tarif dari angkutan kereta dibanding angkutan lain,” kata Vice President Public Relations PT Kereta Api (Persero) Adi Suryatmini, Jumat (31/7), saat dihubungi di Bandung.

Bila bulan lalu tarif KA Argo Muria (Gambir-Semarang Tawang) Rp 200.000, dapat turun maksimal menjadi Rp 180.000. Adapun tarif KA Argo Bromo Anggrek dari Rp 300.000 dapat turun menjadi Rp 280.000.

”Penurunan tarif tak hanya di KA kelas Argo, tetapi juga KA eksekutif (dengan nama) satwa, seperti KA Turangga (Bandung-Surabaya), KA Sembrani (Jakarta-Surabaya), KA Gumarang (Jakarta-Surabaya), dan KA Taksaka (Jakarta-Yogyakarta),” ujarnya.

Fasilitas karaoke

Ditambahkan Adi, penurunan tarif tiket ini dikecualikan untuk KA Argo Gede (Gambir-Bandung). Alasannya, tarif KA Argo Gede telah diturunkan dari Rp 75.000 menjadi Rp 50.000.

Belum lagi ada berbagai fasilitas tambahan, seperti karaoke di kereta makan dan stopkontak untuk telepon genggam serta laptop di setiap tempat duduk.

Tarif KA eksekutif Mutiara Timur (Surabaya-Banyuwangi), KA Rajawali (Semarang Tawang-Surabaya), dan KA Harina (Bandung-Semarang Tawang) juga tidak diturunkan karena tak ada tuslah.

Pengamat KA dari LIPI, Taufik Hidayat, menilai keputusan PT KA sudah tepat. ”Selama ini, kualitas makanan yang kurang baik sering dikeluhkan penumpang. Bila PT Restoran Kereta Api ingin meraup untung, ya harus memaksimalkan mutu makanan,” ujarnya. (RYO)

sumber: koran.kompas.com