Showing posts with label Massal. Show all posts
Showing posts with label Massal. Show all posts

01 August 2009

11 Tips Naik Kereta Api Jabotabek


KOMPAS.com — NAIK kereta api Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi) laksana masuk hutan belantara, apalagi jika Anda orang baru. Petunjuk serba tidak jelas mulai dari gerbang stasiun, peron, hingga di dalam kereta api. Bagaimana caranya agar Anda tidak bingung atau malah tersesat karena naik kereta yang salah atau turun di stasiun yang salah? Simak tips berikut.


1. Stasiun umumnya minim petunjuk arah. Jika Anda merasa kehilangan orientasi karena Anda orang baru, pastikan dulu orientasi Anda. Sekarang ini di setiap stasiun banyak petugas. Tanyakan pada mereka, misalnya, di mana letak loket untuk membeli tiket, toilet, atau posisi peron menuju ke stasiun tujuan Anda.

2. Jika Anda berencana jadi pengguna tetap jasa kereta api, di stasiun biasanya ada jadwal. Catatlah jadwal itu. Namun, pastikan bahwa itu merupakan jadwal terbaru yang berlaku. Sebab seringkali jadwal yang tertera di kaca atau papan pengumuman stasiun berbeda dengan praktik yang sedang berjalan.


3. Kereta sering tidak tepat waktu tetapi tidak pernah mendahului jadwal. Jika Anda tahu jadwal keberangkatan, datanglah beberapa menit sebelum jadwal keberangkatan. Kalau kereta terlambat, itu sudah menjadi nasib Anda.

4. Belilah tiket. Di dalam kereta, terutama kereta ekspres dan ekonomi AC, selalu ada pemeriksaan tiket. Jika tidak punya tiket Anda diharuskan bayar denda yang nilainya berlipat dan Anda akan dipelototi orang satu gerbong.

5. Ada tiga jenis kereta rel listrik (KRL) yang beroperasi di Jabotabek yaitu
kereta ekspres, ekonomi AC, dan ekonomi non-AC. Pastikan jenis kereta yang Anda dipilih sesuai dengan yang tertera di tiket dan jangan salah naik kereta. Salah naik kereta Anda akan tetap didenda, kecuali jika Anda beli tiket kereta ekspres lalu Anda naik kereta ekonomi.


6. Jika lupa beli tiket atau terpaksa tidak beli karena Anda tidak sempat, saat membayar denda atau tiket suplisi, mintalah bukti pembayaran.

7. Tiket jangan dibuang ketika masih di atas kereta karena saat keluar dari stasiun tiket akan diperiksa petugas.


8. Di dalam kereta tidak ada petunjuk tentang stasiun-stasiun yang akan dilewati. Jika Anda belum mengenal stasiun tujuan, bertanyalah kepada orang di kiri-kanan Anda.

9. Kereta, terutama kereta ekonomi non-AC, rawan copet. Jika membawa tas atau barang berharga, pastikan itu selalu dalam pengawasan.


10. Di sejumlah stasiun yang padat penumpang, seperti di Stasiun Tanah Abang, Stasiun Sudirman, dan Kota, calon penumpang biasanya berebut masuk, apalagi kalau tampak banyak kursi kosong. Aksi berebut sering makan korban. Calon penumpang jatuh atau terjungkal bahkan sampai ada yang patah kaki dan tangan. Pastikan Anda tidak berada di pusaran orang-orang yang berebut. Berdirilah agak menjauh dari pintu kereta ketika melihat gelagat orang akan berebut masuk.

11. Pada
jam-jam padat penumpang, agar mendapat tempat duduk, sejumlah orang naik kereta yang berlawanan dengan arah tujuan. Misalnya, penumpang kereta api tujuan Bogor di Stasiun Sudirman akan naik kereta itu di Sudirman saat kereta masih menuju ke Tanah Abang.

sumber: www.kompas.com

Kereta Api Sebagai Moda Transportasi Pilihan


Keunggulan transportasi kereta api antara lain sebagai angkutan yang hemat energi, hemat lahan, bersahabat dengan lingkungan, tingkat keselamatan tinggi, mampu mengangkut dalam jumlah besar, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dapat langsung ke pusat kota, seperti terungkap dalam lokakarya yang diselenggarakan oleh BPM PT KA (Persero) (17/11) dengan mengambil tema "Pengusahaan Perkeretaapian dengan Meningkatkan Kualitas dan Memberikan Nilai Tambah Bagi Kelestarian Lingkungan."

Keunggulan transportasi kereta api antara lain sebagai angkutan yang hemat energi, hemat lahan, bersahabat dengan lingkungan, tingkat keselamatan tinggi, mampu mengangkut dalam jumlah besar, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dapat langsung ke pusat kota, seperti terungkap dalam lokakarya yang diselenggarakan oleh BPM PT KA (Persero) (17/11) dengan mengambil tema "Pengusahaan Perkeretaapian dengan Meningkatkan Kualitas dan Memberikan Nilai Tambah Bagi Kelestarian Lingkungan."

Tujuan lokakarya, yaitu untuk sosialisasi misi baru perusahaan dan Perumus langkah dan program lanjutan perusahaan dalam menyikapi "Kelestarian lingkungan".

Turut hadir sebagai pembicara, yaitu DR.Ir. Julison Arifin, Msc (Direktur Pengembangan Usaha PT. Kereta APi (Persero)) memaparkan makalah "Sistem dan Bisnis Kereta Api Indonesia"; ir.Hartono AS, MM (Ka. SPI PT. Kereta Api (Persero)) memaparkan makalah berjudul "Tinjauan tentang Penghematan BBM pada Lokomotif dan Pelestarian Lingkungan"; Prof.Ina Primiana.S (Guru Besar FE Unpad) memaparkan makalah bertema "Strategi Pengembangan Bisnis PT KA yang memiliki Value Added"; Ir.Teti Armiati Argo, Ph.D (dosen ITB) memaparkan makalah bertema "Kereta Api sebagai Penggerak Pembangunan yang Berkelanjutan".

Tugas manajemen untuk bisa memecahkan permasalahan melalui strategi yang dijalani PT KA antara lain :

  1. Menarik pasar dengan memikirkan sesuatu yang dapat dijual
  2. Mendorong teknologi dengan menjual apa yang dapat dibuat
  3. Menciptakan kerjasama antar fungsional seperti kerjasama di antara unit pemasaran, operasi teknik dan fungsi lainnya sehingga akan tercipta produk yang memenuhi kebutuhan pelanggan dengan menggunakan teknologi yang memberikan keuntungan terbaik

Kereta api sebagai pilihan bertransportasi tampaknya harus segera diwujudkan untuk dijadikan sebagai tulang punggung transportasi nasional, baik untuk angkutan penumpang maupun angkutan barang. Pertumbuhan kendaraan yang jauh melebihi kapasitas dan pertumbuhan jalan raya mengakibatkan tingginya tingkat kemacetan dan polusi yang mengakibatkan pemanasan global.

Kereta api memang telah terbukti bukan hanya sebagai angkutan yang mampu mengangkut dalam jumlah besar namun juga hemat BBM, hemat lahan dan tentunya ramah lingkungan. Sehingga menjadi suatu hal yang perlu dipikirkan untuk menjadikan kereta api sebagai tulang punggung transportasi nasional dan keberpihakan semua elemen masyarakat dan pemerintah termasuk kita yang berada di dalam perusahaan ini untuk mewujudkannya. (K.04).

sumber: www.kereta-api.com