Showing posts with label First media. Show all posts
Showing posts with label First media. Show all posts

21 November 2009

Wimax First Media Susul Telkom dan IM2


Jakarta - Hingga tenggat akhir perpanjangan masa pembayaran biaya hak penyelenggaraan (BHP) dan up front fee untuk lisensi broadband wireless access (BWA), hanya satu dari enam perusahaan yang tercatat membayar.

Perusahaan itu adalah First Media. Afiliasi dari Lippo Group ini akhirnya menyusul Telkom Indonesia dan Indosat Mega Media (IM2) yang telah lebih dulu melunasi kewajiban tahun pertamanya demi menyelenggarakan akses Wimax di pita 2,3 GHz.

Sementara tiga perusahaan lainnya, Berca Hardayaperkasaya, Internux, dan Jasnita Telekomindo, masih gagal bayar. Ketiga perusahaan ini akan dikenakan denda sebesar 2% setiap bulan selama belum membayar.

"Besok Senin, sanksi untuk mereka akan kami bahas, termasuk kemungkinan pencabutan izin jika diperlukan. Kami tidak bisa membiarkan masalah ini berlarut-larut," ujar Kepala Pusat Informasi Depkominfo, Gatot S Dewa Broto kepada detikINET, Sabtu (21/11/2009).

Berca merupakan pemenang 15 zona dalam lelang 30 paket wilayah melalui tender BWA beberapa waktu lalu. Dari tiga perusahaan yang masih gagal bayar, hanya Berca yang tak memberi penjelasan.

"Cuma dua perusahaan mengirimkan surat keterangan keterlambatan, yakni Internux dan Jasnita. Sedangkan Berca malah belum ada surat atau kabar sama sekali," ungkap Gatot.

Dalam surat yang diterima Depkominfo, Internux dan Jasnita menyatakan meminta penundaan pembayaran sekaligus menerima konsekuensi terkena denda. Namun dalam suratnya, Internux menjelaskan alasan keterlambatan karena masih mempertanyakan kesiapan kandungan lokal.

"Mengenai kandungan lokal pada perangkat, kami sudah menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin mengadakan tender jika masalah itu belum beres. Dan itu sudah disepakati semua pihak dalam komitmen awal," sanggah Gatot.

Selain empat perusahaan ini, sebenarnya masih ada dua yang juga belum membayar kewajiban up front fee dan BHP frekuensi untuk Wimax. Namun karena perusahaan itu berbentuk konsorsium, dan perlu waktu untuk membentuk badan hukum di Departemen Hukum dan HAM, tenggat waktunya pun lebih panjang.

Kedua perusahaan itu adalah Konsorsium Wimax Indonesia (akan menjadi Wireless Telecom Universal) serta Konsorsium Comtronics Systems dan Adiwarta Perdania.

Sumber: Detik.com


13 November 2009

First Media Targetkan Sejuta Pelanggan WiMAX


Jakarta- PT First Media Tbk (KBLV) mengembangkan teknologi akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access) WiMAX pada 2010 dengan investasi antara Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun.

"Dana untuk investasi di teknologi WiMax setidaknya mencapai Rp1 triliun, akan kita dapatkan dari kas internal dan dari eksternal seperti pinjaman perbankan. Bisa juga dari pasar modal, semua opsi akan kita jajaki dan cari yang terbaik," kata Direktur Keuangan KBLV, Indra Djaja, di Jakarta Jumat (13/11).

Dalam tahap awal pengembangan teknologi WiMAX itu, First Media akan membangun 10 base transceiver station (BTS) di wilayah Jabodetabek.

Menurutnya, di wilayah tersebut ada sekitar 1,7 juta potensi pelanggan. "Dalam 3-4 tahun ke depan, 1 juta pelanggan WiMAX akan dapat kita raih. Setelah Jabodetabek, kita akan masuk ke Sumatera Utara," ujarnya.

Sebelumnya pada Agustus lalu, perseroan telah ditunjuk pemerintah sebagai salah satu pemenang tender penyelenggaraan jaringan tetap lokal berbasis Packet Switched yang menggunakan Pita Frekuensi Radio 2.3Ghz untuk keperluan Pita Lebar Nirkabel di wilayah Jabodetabek, Banten dan Sumatera Utara.

Hingga akhir September kemarin, pelanggan jasa internet Fastnet mencapai 145 ribu pelanggan dan 142 ribu untuk TV berbayar.

Sekretaris Perusahaan KBLV, Harianda Noerlan, menambahkan ada sekitar 5.000-7.000 ribu tambahan pelanggan baru setiap bulan. "Ya bisa dihitung berapa kira-kira pelanggan inetrnet dan TV kabel kita," katanya.

Dengan adanya pengembangan teknologi WiMAX dan pengembangan teknologi internet berkecepatan tinggi hingga 10 mega byte per second (MBps), perseroan berharap, pendapatan dan laba bersihnya naik dua kali lipat pada akhir 2010.

"Kita optimis pada 2010, kinerja kita akan tumbuh double," ujar Indra.[*/ito]

Sumber:
Inilah.com


Share/Bookmark

First Media Yakin Wimax Dongkrak Revenue 2010

JAKARTA - Setelah memenangkan tender Wimax, First Media yakin layanan tersebut mampu mendongkrak revenue perusahaan pada tahun 2010 nanti.
"Revenue hingga September 2009 ini mencapai Rp530 miliar. Tahun 2010 kami yakin akan naik signifikan. Bahkan dua kali lipat menjadi Rp1,5 triliun karena ada dukungan teknologi wimax," ujar Chief Financial Officer Irwan Djaja usai RUPSLB di Hotel Crown Plaza, Jakarta, Jumat (13/11/2009).

Hal ini, lanjut Irwan, dikarenakan pada akhir tahun ini pihaknya akan meluncurkan layanan internet supercepat, yaitu Fastnet dengan performa 10 Mbps.

"Ini layanan internet yang sangat cepat dibanding yang ditawarkan perusahaan lain, kolaborasi Fastnet dan Wimax. Ini akan dapat meningkatkan revenue," katanya.

Ditambahkan Sekretaris First Media Harianda Noerlan, untuk ekspansi teknologi ini, First Media saat ini sedang melakukan penjajakan untuk memperoleh pendanaan sebesar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun.

"Ini merupakan teknologi baru sehingga kami masih harus mencari distributor dan supplier alat-alat untuk infrastruktur Wimax," ujar Harianda.

Akhir tahun ini, perusahaan pun berencana akan membangun base transceiver station (BTS) sebanyak 10 unit untuk tahap awal di Jabodetabek. Sehingga diharapkan, dalam dua sampai tiga tahun ke depan, First Media bisa memenuhi target kebijakan dari pemerintah yang mengharuskan raihan lebih dari 1 juta pelanggan.

"Akhir tahun kita mau launching 10 BTS di Jabodetabek, entah dibangun, bisa juga kita sewa. Setelah itu, ekspansi lanjut ke Banten dan Sumatera Utara," jelasnya. (srn)

Sumber: Okezone.com

Share/Bookmark