Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

24 November 2009

“Emak Ingin Naik Haji” Film Religi Ramaikan Musim Haji


Jakarta, Jika tak ada aral, November ini satu lagi karya film berbalut tema religi menyerbu bioskop. Film berjudul Emak Ingin Naik Haji ini akan menjadi film yang akan menambah semarak euforia musim haji di hati umat muslim di Tanah Air.

Lantas, akankah film ini mampu menuai sukses seperti layaknya Ayat-Ayat Cinta atau juga Ketika Cinta Bertasbih yang mampu menyedot jutaan penonton? Atau sebaliknya, film yang mengadaptasi dari cerita pendek milik Asma Nadia itu justru hanya akan berumur singkat saja di bioskop?

Untuk mengkajinya memang belum rumusan pasti. Slamet Rahardjo Djarot, salah satu aktor dan produser film, selalu mengatakan dalam perbincangannya kepada Republika, untuk membuat film yang laku itu tidak ada rumusnya. ”Tetapi agar film itu bisa menarik penonton maka buat saja film itu dengan bagus,” katanya.

Namun untuk Emak Ingin Naik Haji ini, rasanya tak ada satupun pihak yang bisa secara pasti berspekulasi untuk menilai akankah film itu meraih untung atau malah buntung. Putut Widjanarko, produser dari Mizan Production yang menjadi salah satu pihak pembuat film Emak Ingin Naik Haji, hanya bisa menyelipkan sebuah harapan: filmnya bisa sukses! Sebuah harapan yang lumrah buat orang yang telah menggelontorkan dana.

Walau tak ada rumus pasti untuk membuat film laris, namun Putut mempunyai berbagai pertimbangan ketika harus memutuskan diri untuk menyokong sebuah film. Pun demikian dengan Emak Ingin Naik Haji. ”Saat ini kita sudah mulai melakukan promosinya ke tempat-tempat pengajian,” katanya.

Langkah semacam ini tak jauh berbeda dengan yang pernah dilakukan oleh SinemArt Pictures ketika hendak memproduksi Ketika Cinta Bertasbih. Hampir setiap pekan, pihak SinemArt melakukan anjang sana-angjang sini demi meyakinkan para penonton non-aktif tersebut bersedia menyerbu bioskop. Hasilnya pun ternyata cukup mujarab. Kedua sekuel KCB ternyata mampu menyedot penonton hingga lebih dari satu juta penonton — separuh di antaranya adalah bukan penonton aktif yang berasal dari kalangan ibu-ibu pengajian!

”Tantangan kami terhadap film (Emak Ingin Naik Haji) juga sama, yakni bagaimana kita bisa menarik para penonton non-aktif tersebut tertarik datang ke bioskop menyaksikan film kita nanti,” ujar Putut.

Selain melakukan ‘kampanye dini’ ke kelompok pengajian, Putut juga melihat, musim haji itu menjadi salah satu momentum yang selalu memikat perhatian banyak orang di negeri ini. ”Walau yang naik haji itu hanya ada sekitar 200 ribu orang saja, tetapi secara psikologis seluruh umat Islam terlibat. Inilah yang membuat kami cukup yakin terhadap film ini untuk meraih sukses.”

Sementara itu dalam perbincangan terpisah dengan pengamat film Yan Widjaja, film Emak Ingin Naik Haji ini memiliki potensi untuk dapat mengikuti jejak sukses Ayat Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih. Yan beralasan, potensi itu muncul karena pada November mendatang film-film yang akan menyerbu bioskop nasional akan didominasi oleh film-film bertemakan non-religi. ”Ini sebuah peluang dan kesempatan,” katanya.

Meski melihat adanya celah, namun belum menjadi jaminan secara komersial film ini bakalan sukses seratus persen di pasar. Yan agak sedikit ragu karena tokoh yang ditampilkan di film ini, Aty Kanser, sebagai sosok yang ‘kurang nge-pop’. Rujukan ‘nge-pop’ ini lebih berorientasi pada selera pasar yakni lebih menyukai sosok muda dengan paras wajah menawan serta kerap tampil di layar kaca maupun bioskop.

”Kalau lihat pemainnya, Aty Kanser, sebagai pemain teater dapat dipastikan tidak akan ada masalah dengan aktingnya. Tetapi sayang, apakah sosoknya akan benar-benar bisa memikat penonton?” tanya Yan setengah ragu.

Apapun spekulasi yang berkembang, masih ada waktu untuk mengenalkan pada publik sebelum film ini diputar. Jika Anda ingin menjadi salah satu orang yang ingin berkontribusi untuk membawa film ini meraih sukses, maka ringankan saja langkah ke bioskop mulai 12 November mendatang. akb/rin/RoL

Sumber:
dakwatuna.com,

Share/Bookmark

Trailer Film " Emak ingin Naik Haji "


17 November 2009

Kontroversi Jadikan 2012 Film Terlaris


Jakarta - Kehadiran film 2012 masih terus menuai kontroversi. Kenyataannya, 2012 yang baru tiga hari tayang itu berhasil meraup US$225 juta dan predikat film terlaris.

"Film itu tidak pantas untuk ditayangkan, karena dapat mempengaruhi pemikiran orang," kata Ketua MUI Kabupaten Malang KH Mahmud Zubaidi kepada wartawan saat ditemui di rumahnya Jalan Raya Pakisaji, Malang, Senin (16/11).


Mahmud sebagai orang Islam berharap semua muslim mempercayai akan datangnya hari kiamat. Ia pun mengimbau agar tidak mempercayai gambaran kiamat versi bangsa Maya.


"Kapan hari kiamat itu terjadi merupakan kuasa dari Sang Pencipta. Jadi kita tidak boleh menentukan hari itu. Jika ada seperti itu, maka itu menyesatkan," tuturnya.


Berbeda dengan Mahmud, Ketua MUI, Amidhan menganggap film 2012 bukan sebagai masalah besar. Amidhan, Senin (16/11), di Jakarta mengatakan, "Secara pribadi saya tidak masalah, asal film 2012 tidak diasosiasikan dengan hari kiamat. Soalnya, hari terakhir itu tidak ada yang tahu. Film itu juga film fiksi bukan kisah nyata."


Sikap itu yang akhirnya membuat ia dan MUI Pusat belum menentukan mendukung atau mengharamkan 2012. "Kita akan menentukan sikap setelah mengkaji film itu dalam waktu dekat ini," terangnya.


Pro dan kontra juga berdatangan dari kalangan artis. Andi Soraya mewakili kubu melarang 20122012 menimbulkan ketakutan dan menjadi hal yang negatif," ujarnya saat ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (16/11). diputar. "Saya setuju larangan itu, karena


Mantan kekasih Steve Emmanuel itu, tak percaya hari kiamat bisa ditentukan kapan kejadiannya. "Yang benar kiamat itu bisa terjadi kapan saja. Tidak bisa ditentukan waktunya. Yang penting sekarang perbanyak amal ibadah," tuturnya.


Tidak demikian halnya dengan Risty Tagor. Bagi cewek cantik bintang sinetron Safa dan Marwah ini, 2012 justru memberi pesan agar kita terus dekat dengan Tuhan. "Film ini kan bisa dijadikan peringatan bagi kita agar lebih dekat dengan Tuhan," paparnya.


VJ Daniel Mananta pun berpikiran sama. Ada sisi positif yang didapatkan film yang dibintangi John Cusack ini. "Film ini memberi pesan. Memberi pesan bahwa kita harus bisa menjaga dunia kita, lebih peduli sama bumi, pdan eduli sama orang lain. Film ini juga memberi pesan, apakah kita siap masuk surga atau neraka," kata mantan kekasih VJ Marissa ini dengan lantangnya.


Pro kontra yang terjadi dan apapun alasannya, 2012 sangat laris ditonton banyak orang di seluruh bioskop Indonesia. Berdasarkan pengamatan INILAH.COM, sampai hari ini (16/11) hampir semua bioskop yang memutar 2012 mampu menjual semua bangku yang tersedia. Mulai dari jam tayang pertama di siang hari, hingga malam hari.


Fantastiknya, film berdurasi 158 menit ini mampu meraih keuntungan US$65 juta selama 3 hari penayangannya di seluruh biokop di Amerika Serikat. Pencapaian yang menghantarkan 2012box office, mengungguli 9 film lainnya, Disney's A Christmas Carol ( US$22.3 juta), The Men Who Stare at Goats US$6.2 juta, Precious: Based on the Novel Push by Sapphire US$6.1 juta, Michael Jackson's This Is ItUS $5.1 juta, The Fourth Kind US$4.7 juta, Couples Retreat US$4.3 juta, Paranormal Activity US$4.2 juta, Law Abiding Citizen US$3.9 juta dan The BoxUS$3.2 juta. sebagai jawara.


Tak hanya sukses di Amerika Serikat, film ini juga laris di 105 negara dunia. Prancis berhasil mengumpulkan US$17.2, Rusia meraup US$15.3 juta, Jerman US$12.4 juta, Cina dengan US$12.3 juta, dan Inggris dengan U$10.8 juta. Jika diakumulasikan dengan negara lainnya, total uang yang terkumpul dari tiga hari penayangannya di seluruh dunia itu sudah mencapai US$225 juta.


Pencapaian itu masih dibawah Harry Potter and the Half-Blood Prince (US$236 juta) dan Spider-Man 3 (US$231 juta). Namun, sepertinya 2012 akan mampu melewati dua film hebat di eranya itu.


Sementara itu, Sony selaku produser pun puas dengan hasil yang ada. "Pencapaian ini jelas mengatakan bahwa Roland Emmerich adalah pembuat film luar biasa yang karyanya bergema di mana-mana. Dia mampu menampilkan gambar, efek khusus, serta cerita yang luar biasa," kata Rory Bruer, dari Sony selaku produser 2012.


"Rasanya benar-benar seperti musim panas. Ini membuktikan 2012 pantas mendapatkan posisi film terlaris," kata Paul Dergarabedian, analis film terlaris dari Hollywood.com. [mor].

Sumber:
Inilah.com



Share/Bookmark

Trailer Film 2012

09 August 2009

Film SANG PEMIMPI Bakal Membuka JIFFest Ke-11


Kapanlagi.com - Jakarta International Film Festival (JIFFest) ke-11 yang berlangsung pada 4-12 Desember 2009, akan dibuka dengan film karya Riri Riza, yakni SANG PEMIMPI.

"Edisi ke-11 festival film internasional terbesar di Asia Tenggara dibuka dengan Sang Pemimpi," kata Direktur JIFFest, Roisamri di Jakarta, Kamis (25/6).

SANG PEMIMPI merupakan film kedua dari tetralogi novel LASKAR PELANGI karya Andrea Hirata yang juga merupakan lanjutan dari film LASKAR PELANGI.





"Pemilihan film-film Riri Riza dan Mira untuk hadir di JIFFest pun sesuai dengan misi JIFFest untuk menghadirkan film-film Indonesia yang berkualitas, mempunyai cerita yang berakar dari kehidupan Indonesia dan layak dihadirkan di panggung film internasional," katanya.

Duet sutradara dan produser Riri Riza dan Mira Lesmana yang kembali memproduksi SANG PEMIMPI itu, juga pernah menghadirkan film pendek DRUPADI, diputar khusus pada JIFFest tahun lalu.


"Film LASKAR PELANGI sendiri, masih menjadi film terlaris di Indonesia sepanjang masa dengan jumlah lima juta penonton, juga diputar di JIFFest tahun lalu dalam dua kategori," kata dia.


"Kedua kategori itu adalah sebagai salah satu dari sepuluh film terpilih dalam kompetisi film cerita panjang Indonesia dan film nomor satu dalam program sepuluh tahun Kebangkitan Film yang memutar sepuluh film Indonesia terlaris selama sepuluh tahun terakhir," kata Roisamri.


Selama sepuluh tahun terakhir, sejalan dengan pelaksanaan JIFFest jumlah film Indonesia terus meningkat, tahun ini saja sekitar 90 film Indonesia yang akan dirilis di bioskop.


"Jauh sekali dibandingkan dengan sepuluh tahun yang lalu, yang hanya sekitar lima film Indonesia per tahun dan sudah saatnya film Indonesia mendapat tempat paling utama di festival ini," imbuh Roisamri.

Selain itu, kualitas film Indonesia juga terus membaik, pengakuan dunia internasional terhadap film Indonesia semakin terlihat dengan masuknya film-film Indonesia seperti LASKAR PELANGI, GENERASI BIRU, PERTARUHAN di festival-festival film premier di antaranya adalah Berlinale.


"Bukan tidak mungkin dalam satu dua tahun ini, akan ada sesi khusus film Indonesia atau film Indonesia masuk di kompetisi utama di festival-festival film besar," kata Roisamri.


Pada tahun ini, selain pemutaran SANG PEMIMPI, JIFFest masih tetap akan menghadirkan pemutaran sekitar 150 judul film dalam dan luar negeri, berikut sesi workshop, master class dan seminar. (kpl/bun).


sumber: kapanlagi.com


Film Sang Pemimpi Tayang 17 Desember


JAKARTA -- Produser film dari Miles Production, Mira Lesmana di Jakarta, Rabu, mengungkapkan film "Sang Pemimpi" yang merupakan kelanjutan film sukses "Laskar Pelangi" siap diputar pada 17 Desember tahun ini. "Semoga jika tidak ada halangan film 'Sang Pemimpi' akan ditayangkan di bioskop di Indonesia mulai 17 Desember," katanya di Jakarta, Rabu.


Mira mengungkapkan sebagai tahap awal, Riri Riza yang menjadi sutradara film ini tengah berada di Belitung untuk melakukan proses kasting pemain. Produksi filmnya menurut Mira akan mulai dilaksanakan pada akhir Juni mendatang.



"Sementara proses produksi 'Sang Pemimpi' berjalan, untuk film selanjutnya yakni 'Edensor' sekarang sudah mulai masuk ke tahap penulisan (skenario, red)," ujanrya.


Sang Pemimpi adalah novel kedua karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada bulan Juli tahun 2006. Dalam novel ini Andrea mengeksplorasi hubungan persahabatan dan persaudaraan antara Ikal dan Arai.Sang Pemimpi merupakan buku kedua dari Tetralogi Laskar Pelangi. Buku berikutnya adalah Edensor dan Maryamah Karpov. Setelah sukses di novel, kisah Ikal dan Arai juga akan kembali diadaptasi ke layar lebar untuk mengikuti sukses film "Laskar Pelangi".



Film "Laskar Pelangi" sendiri yang diadaptasi dari novel perdana Andrea telah mencatatkan sukses besar pada akhir 2008 dengan jumlah penonton mencapai lebih dari empat juta orang. Mira menambahkan dalam film "Sang Pemimpi" penonton akan mendapatkan suguhan yang berbeda dibandingkan "Laskar Pelangi". Perbedaan ini juga menyangkut perjalanan hidup si Ikal yang mulai beranjak remaja. "Segmennya juga beda dan menyempit karena Ikal dan Arai sudah menginjak remaja, ceritanya tentu saja bukan seperti ketika Ikal masih anak-anak, tapi lebih ke kisah remaja," katanya.



Disinggung soal waktu syuting yang bertepatan dengan kampanye Presiden, Mira mengaku akan mengosongkan jadwal syuting pada hari Pemilu Presiden dilaksanakan. "Kita kan bisa 'break' sebentar pada saat semua orang harus ke TPS, setelah itu kan syuting bisa dilanjutkan lagi. Pokoknya syuting tidak boleh mengganggu kita ikut Pilpres, kita kan punya hak pilih dan harus digunakan dengan baik kan," demikian ujarnya. ant/kpo.


sumber: Republika



05 August 2009

Film 'Merah Putih' Menggugah Nasionalisme Kebangsaan

Poster Film Merah Putih

SEMARANG -- Sutradara film "Merah Putih", Yadi Sugandi mengungkapkan rasa nasionalisme dan rasa memiliki tanah air sangat kental terasa sejak awal pembuatan film ini hingga seluruh pemain dan kru yang terlibat merasakan kebersamaan dan kekompakan selama proses produksi berlangsung. "Saya bersyukur sekali dalam pembuatan film ini seluruh pemain dan kru bekerja dengan semangat tinggi dan kebersamaan yang luar biasa. Saya tidak tahu kenapa spirit itu begitu besar, mungkin karena ini film perjuangan sehingga mereka menghayati bagaimana sulitnya pada masa dulu merebut kemerdekaan," kata Yadi kepada ANTARA di Semarang, Senin.


Ia mengatakan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, rasa memiliki tanah air dan memiliki bangsa ini mulai luntur. Sebagai seorang sineas, salah satu cara untuk membangkitkan rasa itu adalah melalui media film. "Kecintaan terhadap bangsa ini kok rasanya mulai luntur ya. Sebagian orang mulai ada yang lupa bait atau lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ada pula yang lupa kalau diminta menyebutkan Butir-Butir Pancasila," katanya.


Melalui film "Merah Putih" lanjut Yadi, ia ingin mengajak penonton untuk merenungkan kembali nilai-nilai luhur yang pernha diajarkan oleh para pejuang kemerdekan. "film 'Merah Putih' adalah kisah tentang persatuan yang telah membuat kita berhasil memenangkan kemerdekaan, dam mencoba menelusuri kembali jejak tragedi, roman, humor, serta petualangan para gerilyawan yang berasal dari kelas, etnis, dan agama yang berbeda namun bersatu untuk kemerdekaan Indonesia," kata pria yang sebelumnya sukses menjadi Penata Gambar film "Laskar Pelangi", "Under The Tree", "Tiga Hari untuk Selamanya" dan "The Photograph".


Film ini dibintangi sederet aktor dan aktris muda yakni Darius Sinathrya, Teuku Rifnu Wikana, Lukman Sardi, Doni Alamsyah, Zumi Zola, Atiqah Hasiholan, dan Saraswati."Film ini luar biasa banget buat saya. Ada sebuah kebersamaan yang sangat kuat diantara para pemain, apalagi saya dengan Darius dan yang lainnya sempat mendapat pendidikan militer dulu selama 10 hari sebelum syuting. Di situ kami digembleng habis-habisan dan lambat laun kekompakan dan kebersamaan itu terjalin," katanya.


Teuku Rifnu Wikana menambahkan, selain melalui pendidikan militer, mereka juga banyak membaca literatur sejarah Indonesia. Sehingga ketika syuting, suasana perang dan keprihatinan dalam penjajahan itu tercipta. "Makanya aku bersyukur banget bertemu dengan para pemain film ini, hubungan emosional sudah terjalin sejak awal, kami sudah seperti keluarga dan hal ini sangat membantu aku untuk menghayati peranku," ujar Rifnu yang berperan sebagai pemuda Bali bernama Dayan.


"Merah Putih" dibesut dalam format seluloid 35 millimeter dengan tim internasional yang terdiri atas ahli efek khusus (special effects) dan veteran perfilman Hollywood yakni Koordinator efek khusus dari Inggris Adam Howarth (Saving Private Ryan, Blackhawk Down), Koordinator pemeran pengganti (stunt) Rocky McDonald (Mission Impossible II, The Quiet American).


Make-up dan visual effects oleh Rob Trenton (The Dark Knight), Konsultan ahli persenjataan adalah John Bowring (Crocodile Dundee II, The Matrix, The Thin Red Line, Australia, X-Men Origins:Wolverine) dan Asisten Sutradara adalah Mark Knight (December Boys, Beautiful).Memasuki Maret, film sedang dalam tahap syuting di Semarang dan Bandungan, Jawa Tengah. Pengambilan gambar juga dilakukan di Yogyakarta, Jakarta dan Bali, mulai Januari hingga akhir April 2009. Film pertama dari tiga film Trilogi Kemerdekaan, akan siap dirilis pada hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2009.


"Sejauh ini tidak ada banyak kendala selama proses produksi. Hanya soal jadwalnya saja yang berubah-ubah karena kendala cuaca mendung atau hujan dan hampir seluruhnya pengambilan gambar di luar ruangan," demikian Yadi.ant/kpo.


Sumber: www.republika.co.id

Trailer Film Merah Putih



28 July 2009

Aktris Hollywood main Film Indonesia



Film horor 'Paku Kuntilanak' melibatkan aktris Hollywood, Heather Storm. Bintang 'Epic Movie' itu tampak seksi berlaga di film Indonesia perdananya.

"Saya biasa main komedi dan saya terima tawaran ini karena menarik," ujar Heather ditemui di FX Plaza, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2009).

Di film tersebut Heather melakukan banyak adegan ranjang. Beberapa adegan juga hanya memperlihatkan tubuh seksi Heather yang berbalut celana dalam juga lingerie.

Perempuan yang gemar surfing tersebut mengaku tak gentar terus berada di Indonesia walau isu pemboman terus beredar. Ledakan bom yang terjadi beberapa waktu lalu di kawasan Mega Kuningan tak menyurutkan niat Heather untuk membintangi film Indonesia.

"Saya tak mau bom jadi alasan nggak jadi ke sini karena saya ingin tampil sebaik mungkin. Waktu berangkat dari Los Angeles nggak ada larangan dari pihak sana. Bom itu tak mempengaruhi kepercayaan saya sama Indonesia," jelas Heather.

Sumber:

id.news.yahoo.com

29 September 2008

The Fenomenal - Laskar Pelangi

Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2005. Novel ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di pulau Belitong yang penuh dengan keterbatasan. Mereka adalah:

1. Ikal

2. Lintang; Lintang Samudra Basara bin Syahbani Maulana Basara
3. Sahara; N.A. Sahara Aulia Fadillah binti K.A. Muslim Ramdhani Fadillah
4. Mahar; Mahar Ahlan bin Jumadi ahlan bin Zubair bin Awam
5. A Kiong;Muhammad Jundullah Gufron Nur Zaman

6. Syahdan; Syahdan Noor Aziz bin Syahari Noor Aziz
7. Kucai; Mukharam Kucai Khairani
8. Borek aka Samson
9. Trapani; Trapani Ihsan Jamari bin Zainuddin Ilham Jamari
10. Harun; Harun Ardhli Ramadhan bin Syamsul Hazana Ramadhan

Mereka bersekolah dan belajar pada kelas yang sama dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMP, dan menyebut diri mereka sebagai Laskar Pelangi. Pada bagian-bagian akhir cerita, anggota Laskar Pelangi bertambah satu anak perempuan yang bernama Flo, seorang murid pindahan. Keterbatasan yang ada bukan membuat mereka putus asa, tetapi malah membuat mereka terpacu untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih baik.

Laskar Pelangi merupakan buku pertama dari Tetralogi Laskar Pelangi. Buku berikutnya adalah Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov. Menurut rencana naskah Laskar Pelangi akan diadaptasi menjadi sebuah film. Film Laskar Pelangi akan diproduksi oleh Miles Productions dan Mizan Cinema, dan digarap oleh sutradara Riri Riza.
Laskar Pelangi adalah karya pertama dari Andrea Hirata. Buku ini segera menjadi Best Seller yang kini kita ketahui sebagai buku sastra Indonesia terlaris sepanjang sejarah.

Sinopsis

Laskar Pelangi
Cerita terjadi di desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitung Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.

Mulai dari sanalah dimulai cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah!

Mereka, Laskar Pelangi - nama yang diberikan Bu Muslimah akan kesenangan mereka terhadap pelangi - pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Misalnya pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena kesenangannya pada okultisme yang membuahkan kemenangan manis pada karnaval 17 Agustus, dan kejeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat.

Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya.

Kisah indah ini diringkas dengan kocak dan
mengharukan oleh Andrea Hirata, kita bahkan bisa merasakan semangat masa kecil anggota sepuluh Laskar Pelangi ini!

Tokoh-tokoh yang muncul dalam Laskar Pelangi:


Ikal

Tokoh 'aku' dalam cerita ini. Ikal yang selalu menjadi peringkat kedua memiliki teman sebangku bernama Lintang, yang merupakan anak terpintar dalam Laskar Pelangi. Ia berminat pada sastra, terlihat dari kesehariannya yang senang menulis puisi. Ia menyukai A Ling, sepupu dari A Kiong, yang ditemuinya pertama kali di sebuah toko kelontong bernama Toko Sinar Harapan. Pada akhirnya hubungan mereka berdua terpaksa berakhir oleh jarak akibat kepergian A Ling ke Jakarta untuk menemani bibinya.

Lintang


Teman sebangku Ikal yang luar biasa jenius. Ayahnya bekerja sebagai nelayan miskin yang tidak memiliki perahu dan harus menanggung kehidupan 14 jiwa anggota keluarga. Lintang telah menunjukkan minat besar untuk bersekolah semenjak hari pertama berada disekolah. Ia selalu aktif didalam kelas dan memiliki cita-cita sebagai ahli matematika. Sekalipun ia luar biasa pintar, pria kecil berambut merah ikal ini pernah salah membawa peralatan sekolahnya. Cita-citanya terpaksa ditinggalkan agar ia dapat bekerja untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya semenjak ayahnya meninggal.


Sahara

Satu-satunya gadis dalam anggota Laskar Pelangi. Sahara adalah gadis keras kepala berpendirian kuat yang sangat patuh kepada agama. Ia adalah gadis yang ramah dan pandai, ia baik kepada siapa saja kecuali pada A Kiong yang semenjak mereka masuk sekolah sudah ia basahi dengan air dalam termosnya.


Mahar


Pria tampan bertubuh kurus ini memiliki bakat dan minat besar pada seni. Pertama kali diketahui ketika tanpa sengaja Bu Muslimah menunjuknya untuk bernyanyi di depan kelas saat pelajaran seni suara. Pria yang menyenangi okultisme ini sering dipojokkan teman-temannya. Ketika dewasa, Mahar sempat menganggur menunggu nasib menyapanya karena tak bisa ke manapun lantaran ibunya yang sakit-sakitan. Akan tetapi, nasib baik menyapanya dan ia diajak petinggi untuk membuat dokumentasi permainan anak tradisional setelah membaca artikel yang ia tulis di sebuah majalah, dan akhirnya ia berhasil meluncurkan sebuah novel tentang persahabatan.

A Kiong


Anak Hokian. Keturunan Tionghoa ini adalah pengikut sejati Mahar sejak kelas satu. Baginya Mahar adalah suhunya yang agung. Kendatipun pria kecil ini berwajah buruk rupa, ia memiliki rasa persahabatan yang tinggi dan baik hati, serta suka menolong pada siapapun kecuali Sahara. Namun, meski mereka selalu bertengkar, ternyata mereka berdua saling mencintai satu sama lain.


Syahdan

Anak nelayan yang ceria ini tak pernah menonjol. Kalau ada apa-apa dia pasti yang paling tidak diperhatikan. Misalnya ketika bermain sandiwara, Syahdan hanya kedapatan jadi tukang kipas putri dan itupun masih banyak kesalahannya. Syahdan adalah saksi cinta pertama Ikal, ia dan Ikal bertugas membeli kapur di Toko Sinar Harapan semenjak Ikal jatuh cinta pada A Ling. Syahdan ternyata memiliki cita-cita yang tidak pernah terbayang oleh Laskar Pelangi lainnya yaitu menjadi aktor. Dengan bekerja keras pada akhirna dia menjadi aktor sungguhan meski hanya mendapatkan peran kecil seperti tuyul atau jin... Setelah bosan, ia pergi dan kursus komputer. Setelah itu ia berhasil menjadi network designer.

Kucai


Ketua kelas sepanjang generasi sekolah Laskar Pelangi. Ia menderita rabun jauh karena kurang gizi dan penglihatannya melenceng 20 derajat, sehingga jika ia menatap marah ke arah Borek, maka akan terlihat ia sedang memperhatikan Trapani. Laki-laki ini sejak kecil terlihat bisa menjadi politikus dan akhirnya diwujudkan ketika ia dewasa menjadi ketua fraksi di DPRD Belitong.

Borek

Pria besar maniak otot. Borek selalu menjaga citranya sebagai laki-laki macho. Ketika dewasa ia menjadi kuli di toko milik A Kiong dan Sahara.

Trapani


Pria tampan yang pandai dan baik hati ini sangat mencintai ibunya. Apapun yang ia lakukan harus selalu didampingi ibunya, seperti misalnya ketika mereka akan tampil sebagai band yang dikomando oleh Mahar, ia tidak mau tampil jika tak ditonton ibunya. Cowok yang bercita-cita menjadi guru ini akhirnya berakhir di rumah sakit jiwa karena ketergantungannya terhadap ibunya.

Harun


Pria yang memiliki keterbelakangan mental ini memulai sekolah dasar ketika ia berumur 15 tahun. Laki-laki jenaka ini senantiasa bercerita tentang kucingnya yang berbelang tiga dan melahirkan tiga anak yang masing-masing berbelang tiga pada tanggal tiga kepada Sahara dan senang sekali menanyakan kapan libur lebaran pada Bu Muslimah. Ia menyetor 3 buah botol kecap ketika disuruh mengumpulkan karya seni kelas enam.

Bu Muslimah

Nama lengkap N.A. Musimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid. Dia adalah Ibunda Guru bagi Laskar Pelangi. Wanita lembut ini adalah pengajar pertama Laskar Pelangi dan merupakan guru yang paling berharga bagi mereka.

Pak Harfan


Nama lengkap K.A. Harfan Efendy Noor bin K.A. Fadillah Zein Noor. Kepala sekolah dari sekolah Muhammadiyah. Ia adalah orang yang sangat baik hati dan penyabar meski murid-murid awalnya takut melihatnya.

Flo


Nama aslina adalah Floriana, seorang anak tomboi yang berasal dari keluarga kaya. Dia merupakan murid pindahan dari sekolah PN yang kaya dan sekaligus tokoh terakhir yang muncul sebagai bagian dari laskar pelangi. Awal pertama kali masuk sekolah, ia sempat membuat kekacauan dengan mengambil alih tempat duduk Trapani sehingga Trapani yang malang terpaksa tergusur. Ia melakukannya dengan alasan ingin duduk di sebelah Mahar dan tak mau didebat.

A Ling


Cinta pertama Ikal yang merupakan saudara sepupu A Kiong. A Ling yang cantik dan tegas ini terpaksa berpisah dengan Ikal karena harus menemani bibinya yang tinggal sendiri.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Laskar_Pelangi


Download Lengkap Koleksi Soundtrack Laskar Pelangi :

1. Nidji - Laskar Pelangi
2. Sherina - Kubahagia
3. Netral - Lintang
4. Gita Gutawa - Tak Perlu Keliling Dunia
5. Ipang - Sahabat Kecil
6. Float - Waltz Musim Pelangi
7. Garasi - Sahabat
8. Gugun and The Blusbug - Mengejar Harapan
9. Veris & Mara Kama - Bunga Seroja

Video Klip Nidji - Laskar Pelangi



Video Preview - Laskar Pelangi The Movie

13 September 2008

Laskar Pelangi Siap di Layar Lebar


Laskar Pelangi Siap di Layar Lebar Kolaborasi Peran 12 Anak Belitong Asli dengan 12 Aktor Profesional Indonesia

Setelah sukses menjadi novel best seller dengan penjualan lebih dari 500.000 eksemplar, kini Laskar Pelangi siap diangkat ke layar lebar dan akan memasuki tahap syuting pada tanggal 25 Mei 2008. Film ini diproduksi oleh Miles Films bekerjasama dengan Mizan Cinema Productions, ”B” Edutainment dan Iluni UI.

Laskar Pelangi adalah sebuah kisah anak bangsa yang menggambarkan perjuangan guru dan 10 siswa di Belitong untuk sebuah pendidikan. Ide pembuatan film ini berawal dari rasa kagum Mira Lesmana dan Riri Riza selaku Produser dan Sutradara film ini terhadap buku karya Andrea Hirata yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2004. “Buku Laskar Pelangi sanggup membuat kita tiba-tiba merasa bangga jadi orang Indonesia dan memompa semangat serta optimisme kebangsaan, dengan hadirnya karakter anak-anak Laskar Pelangi, Ibu Muslimah dan Bapak Harfan,” ucap Mira Lesmana selaku Produser film ini.

Selaku sutradara film Laskar Pelangi, Riri Riza mengungkapkan: “Laskar Pelangi memiliki cerita yang unik dan penuh dinamika dengan hadirnya 10 siswa dengan kararkter yang sangat kuat dan seorang guru ambisius yang mempunyai cita-cita besar dan luhur. Dan Andrea Hirata adalah faktor yang sangat penting kenapa kami ingin memfilmkan buku Laskar Pelangi ini. Saat pertama kali ketemu dengan Andrea, ada antusiasme yang terlihat di dirinya. Bertemu Andrea Hirata seperti melihat matahari yang bersinar keras sekali dan sangat inspiring.”

Bagi sang penulis, Andrea Hirata, bukan hal yang mudah untuk mengijinkan karya sastra pertamanya ini untuk difilmkan. Jelas Andrea mempunyai alasan khusus kenapa ia mempercayakan penggarapan film Laskar Pelangi ini kepada Mira Lesmana dan Riri Riza. “Ada beberapa alasan kenapa saya rela menyerahkan cerita Laskar Pelangi ini kepada Mira Lesmana dan Riri Riza. Pertama, Mira dan Riri adalah sineas yang memiliki integritas, yang tidak semata melihat keinginan pasar dalam membuat karyanya. Kedua, Mira dan Riri mempunyai talent yang langka dalam membuat sebuah karya seni. Mereka bisa membuat film box office, tapi tetap bermutu. Dan setelah lama bergaul dengan mereka, saya semakin yakin kalau kedua sineas ini mempunyai indra keenam dalam membuat sebuah karya dan mempunyai perspektif yang unik,” ungkap Andrea.

Sementara menurut Putut Widjanarko, Vice President Operation Mizan Publika, dengan terjunnya Mizan dalam produksi film ini merupakan konsekuensi logis dari strategi pengembangan Mizan ke depan. “Mizan Prouductions sangat bangga bekerjasama dengan Miles Films menghadirkan film yang ditunggu-tunggu kehadirannya oleh masyarakat Indonesia ini. Apalagi buku best seller Laskar Pelangi adalah terbitan salah satu penerbit dalam kelompok Mizan, yaitu penerbit Bentang Pustaka.”

Setelah melewati proses pertemuan dan diskusi dengan sang penulis selama satu tahun, akhirnya Juli - Desember 2007, proses penulisan skenario yang ditulis oleh Salman Aristo, dibantu oleh Riri Riza dan Mira Lesmana pun dimulai. Dan persiapan produksi pun sudah dilakukan sejak Juli 2007 lalu dengan melakukan proses penulisan skenario, survey lokasi, serta casting para pemain Laskar Pelangi. “Dalam proses pembuatan film ini hampir 100% pengambilan gambar dan syuting dilakukan di Belitong. Dan satu hal yang cukup istimewa di film ini, 12 orang pemain, 10 Laskar Pelangi dengan dua karakter pelengkap yang memerankan Flo dan A Ling, semuanya asli dari Belitong,” cerita Mira, antusias.

Adapun keinginan Rira dan Mira untuk menampilkan anak-anak asli Belitong agar chemistry antara cerita dan para pemain muncul secara real dan natural. “Sejak awal kami memang tidak terpikirkan untuk menggunakan pemain di luar kota Belitong untuk tokoh-tokoh anak Laskar Pelangi. Jadi proses hunting dan casting pemain pun sudah kami lakukan sejak awal persiapan produksi,” ujar Riri. “Meskipun anak-anak ini belum berpengalaman dan awam dengan dunia akting, tapi mereka ini adalah anak-anak yang sangat berbakat, punya keberanian, mau mencoba, dan yang terpenting, mereka bisa mempresentasikan tokoh-tokoh utama di film ini,” lanjut Mira.

Setelah menjalani proses hunting dan casting di Belitong, akhirnya terpilih juga 12 orang pelajar Belitong yang akan memerankan karakter Ikal, Lintang, Mahar, Syahdan, Borek, Kucai, A Kiong, Sahara, Trapani, Harun, Flo, dan A Ling.

Meski begitu, bukan berarti Mira luput menampilkan para pemain profesional. 12 nama aktor profesional pun turut tampil meramaikan film ini, seperti Cut Mini, Ikranegara, Lukman Sardi, Ario Bayu, Tora Sudiro, Slamet Raharjo, Alex Komang, Mathias Muchus, Rieke Diah Pitaloka, Robbie Tumewu, JaJang C. Noer, dan Teuku Rifnu Wikana .

Film yang diperuntukkan bagi semua umur dan kalangan ini rencananya akan beredar di bioskop di seluruh Indonesia pada liburan Lebaran 2008 ini.
Informasi lebih lanjut:

Miles Films Jl. Pangeran Antasari No. 17, Cipete Selatan, Jakarta 12410
Telp. 021-7500739/503, Fax.021-75817755
e-mail : publikasilaskarpelangi@gmail.com
contact: Imelda Achsaningtias (publicist) – 0812 8154 132


Sumber:
http://laskarpelangithemovie.com/

Download Soundtrack Nidji - Laskar Pelangi

Trailer Laskar Pelangi


LASKAR PELANGI THE MOVIE



Kisah Laskar Pelangi sebentar lagi akan tampil di layar lebar. Dua belas anak asli Pulau Belitong dan 12 pemain film professional berakting bersama dalam film yang menceritakan perjuangan murid dan guru dalam memperoleh pendidikan di masa tahun 1970-an. Ironisnya, kita masih menemukan kisah perjuangan yang hampir sama di Indonesia, hingga sekarang ini.

Perjuangan Ibu Muslimah yang menggetarkan pembaca buku Laskar Pelangi, ternyata masih terjadi. Dua diantarannya kami temukan di Tapanuli Selatan dan Papua.

Raja Dima, seorang petani terpaksa menjadi guru karena tak tega melihat anak-anak di kampungnya putus sekolah. Tak ada lagi guru yang mau mengajar di SD Sigoring-goring, di desa terpencil dan tak pernah memperoleh aliran listrik ini. Alhasil, sejak tahun 2004, ia harus mengajar kelas 1 sampai kelas VI sendirian. Dan sebagai imbalannya, ia mendapat 9 cangkir beras dari setiap orang tua per bulan.

Sementara itu, di Momogu, Asmat, Papua, Adolof seorang penjaga sekolah juga terpaksa mengajar, agar anak-anak di sana tidak buta huruf. Dengan kemampuannya yang terbatas, iapun hanya mengajarkan pelajaran matematika dan bahasa Indonesia. Menurutnya, kegiatan belajar seadanya ini, akan lebih baik ketimbang sekolahnya tertutup rumput seperti sekolah-sekolah lainnya. Ia berharap suatu hari akan ada guru lagi yang mau ditugaskan di sekolah tersebut.

”Saya sangat kagum dengan mereka,” kata Ibu Muslimah saat tampil di Kick Andy dan mendengarkan kisah kedua guru tadi. ”Tapi kalau itu terjadi hingga sekarang, dimanakah yang disebut kemajuan itu,” ujarnya polos.

Ibu Muslimah kali ini tampil ditemani oleh Cut Mini, pemeran Ibu Muslimah dalam film Laskar Pelangi. Bagi Cut Mini, perannya di film kali ini memberikan kesan yang sangat mendalam. ” Saya sering merasa ingin kembali ke Belitong,” kata Cut Mini yang masih sering menitikan air mata, saat kembali melihat adegan-adegannya di film tersebut.

Selain Cut Mini, di Kick Andy kali ini juga hadir 8 diantara 12 pemeran anggota Laskar Pelangi. Mereka yang hadir adalah pemeran Ikal, Lintang, Kucai, Mahar, Borek, Zahara, dan Flo. Mereka adalah anak-anak asli Belitong, yang mengisahkan banyak pengalaman menarik di film pertama mereka.

Bagi Andrea Hirata film ini merupakan satu kebanggaan dan cara untuk mewujudkan keinginannya mendekatkan Belitong pada kemajuan. ”Saya berharap anak-anak Belitong berani bermimpi. Lihat sekarang, siapa sangka Zulfany yang hanya anak tukang jam kaki lima, hari ini bisa menjadi aktor,” kata Andrea Hirata yang tampil menemani Zulfany, pemeran ikal alias Andrea di masa kecil dalam film Laskar pelangi.

Adalah sineas Mira Lesmana dan Riri Riza yang menggarap novel karya Andrea Hirata itu menjadi sebuah film layar lebar. Seluruh pembuatan film ini dilaksanakan di Pulau Belitong.

Riri Riza mengaku para crew-nya harus membangun kembali reflika SD Muhammadiyah, tempat para anggota Laskar Pelangi bersekolah. Sedikit berseloroh, Host Kick Andy, Andy F. Noya menyatakan bahwa sesungguhnya Riri dan tim tak harus repot-repot membuat reflika, soalnya di masa sekarang pun kita masih bisa enemukan sekolah-sekolah reyot tempat sejumlah anak belajar.

Dalam tayangan ini, Kick Andy kembali mengingatkan tentang sekolah tempat Frederick Sitaung dan Wanhar Umar mengajar yang pernah tayang beberapa waktu lalu di Kick Andy.

Frederick adalah guru sekaligus kepala SD di kampung Poepe, Welputi, Merauke, Papua. Sekolah tempat belajar anak-anak kampung terpencil itu, sangat jauh dari layak. Bangku yang terbatas, atap dan dindingnya sudah bolong di sana sini. Begitu juga dengan SD Muhammadiyah di Desa Talangsatan, Muara Enim, Sumatera Selatan, tempat Wanhar Umar mengajar. Di sekolah ini pun sejumlah murid harus belajar di ruang sekolah berdinding kayu yang rapuh dan atap yang bocor. Nasib mereka di masa kini, tak jauh beda dengan anak-anak anggota Laskar Pelangi di masa lalu.

Semoga saja kehadiran film Laskar Pelangi bisa lebih menggugah kita semua untuk lebih peduli pada dunia pendidikan. Terlebih jika kita mendengarkan lirik lagu dari Grup Nidji, yang menjadi theme song film ini.

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukan dunia

Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya...


(Laskar Pelangi - Nidji )



Sumber: www.kickandy.com