Showing posts with label Movie. Show all posts
Showing posts with label Movie. Show all posts

17 November 2009

Kontroversi Jadikan 2012 Film Terlaris


Jakarta - Kehadiran film 2012 masih terus menuai kontroversi. Kenyataannya, 2012 yang baru tiga hari tayang itu berhasil meraup US$225 juta dan predikat film terlaris.

"Film itu tidak pantas untuk ditayangkan, karena dapat mempengaruhi pemikiran orang," kata Ketua MUI Kabupaten Malang KH Mahmud Zubaidi kepada wartawan saat ditemui di rumahnya Jalan Raya Pakisaji, Malang, Senin (16/11).


Mahmud sebagai orang Islam berharap semua muslim mempercayai akan datangnya hari kiamat. Ia pun mengimbau agar tidak mempercayai gambaran kiamat versi bangsa Maya.


"Kapan hari kiamat itu terjadi merupakan kuasa dari Sang Pencipta. Jadi kita tidak boleh menentukan hari itu. Jika ada seperti itu, maka itu menyesatkan," tuturnya.


Berbeda dengan Mahmud, Ketua MUI, Amidhan menganggap film 2012 bukan sebagai masalah besar. Amidhan, Senin (16/11), di Jakarta mengatakan, "Secara pribadi saya tidak masalah, asal film 2012 tidak diasosiasikan dengan hari kiamat. Soalnya, hari terakhir itu tidak ada yang tahu. Film itu juga film fiksi bukan kisah nyata."


Sikap itu yang akhirnya membuat ia dan MUI Pusat belum menentukan mendukung atau mengharamkan 2012. "Kita akan menentukan sikap setelah mengkaji film itu dalam waktu dekat ini," terangnya.


Pro dan kontra juga berdatangan dari kalangan artis. Andi Soraya mewakili kubu melarang 20122012 menimbulkan ketakutan dan menjadi hal yang negatif," ujarnya saat ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (16/11). diputar. "Saya setuju larangan itu, karena


Mantan kekasih Steve Emmanuel itu, tak percaya hari kiamat bisa ditentukan kapan kejadiannya. "Yang benar kiamat itu bisa terjadi kapan saja. Tidak bisa ditentukan waktunya. Yang penting sekarang perbanyak amal ibadah," tuturnya.


Tidak demikian halnya dengan Risty Tagor. Bagi cewek cantik bintang sinetron Safa dan Marwah ini, 2012 justru memberi pesan agar kita terus dekat dengan Tuhan. "Film ini kan bisa dijadikan peringatan bagi kita agar lebih dekat dengan Tuhan," paparnya.


VJ Daniel Mananta pun berpikiran sama. Ada sisi positif yang didapatkan film yang dibintangi John Cusack ini. "Film ini memberi pesan. Memberi pesan bahwa kita harus bisa menjaga dunia kita, lebih peduli sama bumi, pdan eduli sama orang lain. Film ini juga memberi pesan, apakah kita siap masuk surga atau neraka," kata mantan kekasih VJ Marissa ini dengan lantangnya.


Pro kontra yang terjadi dan apapun alasannya, 2012 sangat laris ditonton banyak orang di seluruh bioskop Indonesia. Berdasarkan pengamatan INILAH.COM, sampai hari ini (16/11) hampir semua bioskop yang memutar 2012 mampu menjual semua bangku yang tersedia. Mulai dari jam tayang pertama di siang hari, hingga malam hari.


Fantastiknya, film berdurasi 158 menit ini mampu meraih keuntungan US$65 juta selama 3 hari penayangannya di seluruh biokop di Amerika Serikat. Pencapaian yang menghantarkan 2012box office, mengungguli 9 film lainnya, Disney's A Christmas Carol ( US$22.3 juta), The Men Who Stare at Goats US$6.2 juta, Precious: Based on the Novel Push by Sapphire US$6.1 juta, Michael Jackson's This Is ItUS $5.1 juta, The Fourth Kind US$4.7 juta, Couples Retreat US$4.3 juta, Paranormal Activity US$4.2 juta, Law Abiding Citizen US$3.9 juta dan The BoxUS$3.2 juta. sebagai jawara.


Tak hanya sukses di Amerika Serikat, film ini juga laris di 105 negara dunia. Prancis berhasil mengumpulkan US$17.2, Rusia meraup US$15.3 juta, Jerman US$12.4 juta, Cina dengan US$12.3 juta, dan Inggris dengan U$10.8 juta. Jika diakumulasikan dengan negara lainnya, total uang yang terkumpul dari tiga hari penayangannya di seluruh dunia itu sudah mencapai US$225 juta.


Pencapaian itu masih dibawah Harry Potter and the Half-Blood Prince (US$236 juta) dan Spider-Man 3 (US$231 juta). Namun, sepertinya 2012 akan mampu melewati dua film hebat di eranya itu.


Sementara itu, Sony selaku produser pun puas dengan hasil yang ada. "Pencapaian ini jelas mengatakan bahwa Roland Emmerich adalah pembuat film luar biasa yang karyanya bergema di mana-mana. Dia mampu menampilkan gambar, efek khusus, serta cerita yang luar biasa," kata Rory Bruer, dari Sony selaku produser 2012.


"Rasanya benar-benar seperti musim panas. Ini membuktikan 2012 pantas mendapatkan posisi film terlaris," kata Paul Dergarabedian, analis film terlaris dari Hollywood.com. [mor].

Sumber:
Inilah.com



Share/Bookmark

Trailer Film 2012

28 July 2009

Aktris Hollywood main Film Indonesia



Film horor 'Paku Kuntilanak' melibatkan aktris Hollywood, Heather Storm. Bintang 'Epic Movie' itu tampak seksi berlaga di film Indonesia perdananya.

"Saya biasa main komedi dan saya terima tawaran ini karena menarik," ujar Heather ditemui di FX Plaza, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2009).

Di film tersebut Heather melakukan banyak adegan ranjang. Beberapa adegan juga hanya memperlihatkan tubuh seksi Heather yang berbalut celana dalam juga lingerie.

Perempuan yang gemar surfing tersebut mengaku tak gentar terus berada di Indonesia walau isu pemboman terus beredar. Ledakan bom yang terjadi beberapa waktu lalu di kawasan Mega Kuningan tak menyurutkan niat Heather untuk membintangi film Indonesia.

"Saya tak mau bom jadi alasan nggak jadi ke sini karena saya ingin tampil sebaik mungkin. Waktu berangkat dari Los Angeles nggak ada larangan dari pihak sana. Bom itu tak mempengaruhi kepercayaan saya sama Indonesia," jelas Heather.

Sumber:

id.news.yahoo.com

13 September 2008

LASKAR PELANGI THE MOVIE



Kisah Laskar Pelangi sebentar lagi akan tampil di layar lebar. Dua belas anak asli Pulau Belitong dan 12 pemain film professional berakting bersama dalam film yang menceritakan perjuangan murid dan guru dalam memperoleh pendidikan di masa tahun 1970-an. Ironisnya, kita masih menemukan kisah perjuangan yang hampir sama di Indonesia, hingga sekarang ini.

Perjuangan Ibu Muslimah yang menggetarkan pembaca buku Laskar Pelangi, ternyata masih terjadi. Dua diantarannya kami temukan di Tapanuli Selatan dan Papua.

Raja Dima, seorang petani terpaksa menjadi guru karena tak tega melihat anak-anak di kampungnya putus sekolah. Tak ada lagi guru yang mau mengajar di SD Sigoring-goring, di desa terpencil dan tak pernah memperoleh aliran listrik ini. Alhasil, sejak tahun 2004, ia harus mengajar kelas 1 sampai kelas VI sendirian. Dan sebagai imbalannya, ia mendapat 9 cangkir beras dari setiap orang tua per bulan.

Sementara itu, di Momogu, Asmat, Papua, Adolof seorang penjaga sekolah juga terpaksa mengajar, agar anak-anak di sana tidak buta huruf. Dengan kemampuannya yang terbatas, iapun hanya mengajarkan pelajaran matematika dan bahasa Indonesia. Menurutnya, kegiatan belajar seadanya ini, akan lebih baik ketimbang sekolahnya tertutup rumput seperti sekolah-sekolah lainnya. Ia berharap suatu hari akan ada guru lagi yang mau ditugaskan di sekolah tersebut.

”Saya sangat kagum dengan mereka,” kata Ibu Muslimah saat tampil di Kick Andy dan mendengarkan kisah kedua guru tadi. ”Tapi kalau itu terjadi hingga sekarang, dimanakah yang disebut kemajuan itu,” ujarnya polos.

Ibu Muslimah kali ini tampil ditemani oleh Cut Mini, pemeran Ibu Muslimah dalam film Laskar Pelangi. Bagi Cut Mini, perannya di film kali ini memberikan kesan yang sangat mendalam. ” Saya sering merasa ingin kembali ke Belitong,” kata Cut Mini yang masih sering menitikan air mata, saat kembali melihat adegan-adegannya di film tersebut.

Selain Cut Mini, di Kick Andy kali ini juga hadir 8 diantara 12 pemeran anggota Laskar Pelangi. Mereka yang hadir adalah pemeran Ikal, Lintang, Kucai, Mahar, Borek, Zahara, dan Flo. Mereka adalah anak-anak asli Belitong, yang mengisahkan banyak pengalaman menarik di film pertama mereka.

Bagi Andrea Hirata film ini merupakan satu kebanggaan dan cara untuk mewujudkan keinginannya mendekatkan Belitong pada kemajuan. ”Saya berharap anak-anak Belitong berani bermimpi. Lihat sekarang, siapa sangka Zulfany yang hanya anak tukang jam kaki lima, hari ini bisa menjadi aktor,” kata Andrea Hirata yang tampil menemani Zulfany, pemeran ikal alias Andrea di masa kecil dalam film Laskar pelangi.

Adalah sineas Mira Lesmana dan Riri Riza yang menggarap novel karya Andrea Hirata itu menjadi sebuah film layar lebar. Seluruh pembuatan film ini dilaksanakan di Pulau Belitong.

Riri Riza mengaku para crew-nya harus membangun kembali reflika SD Muhammadiyah, tempat para anggota Laskar Pelangi bersekolah. Sedikit berseloroh, Host Kick Andy, Andy F. Noya menyatakan bahwa sesungguhnya Riri dan tim tak harus repot-repot membuat reflika, soalnya di masa sekarang pun kita masih bisa enemukan sekolah-sekolah reyot tempat sejumlah anak belajar.

Dalam tayangan ini, Kick Andy kembali mengingatkan tentang sekolah tempat Frederick Sitaung dan Wanhar Umar mengajar yang pernah tayang beberapa waktu lalu di Kick Andy.

Frederick adalah guru sekaligus kepala SD di kampung Poepe, Welputi, Merauke, Papua. Sekolah tempat belajar anak-anak kampung terpencil itu, sangat jauh dari layak. Bangku yang terbatas, atap dan dindingnya sudah bolong di sana sini. Begitu juga dengan SD Muhammadiyah di Desa Talangsatan, Muara Enim, Sumatera Selatan, tempat Wanhar Umar mengajar. Di sekolah ini pun sejumlah murid harus belajar di ruang sekolah berdinding kayu yang rapuh dan atap yang bocor. Nasib mereka di masa kini, tak jauh beda dengan anak-anak anggota Laskar Pelangi di masa lalu.

Semoga saja kehadiran film Laskar Pelangi bisa lebih menggugah kita semua untuk lebih peduli pada dunia pendidikan. Terlebih jika kita mendengarkan lirik lagu dari Grup Nidji, yang menjadi theme song film ini.

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukan dunia

Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya...


(Laskar Pelangi - Nidji )



Sumber: www.kickandy.com