Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

19 May 2010

Punya Rumah Setelah Kuliah? Kenapa Tidak


Hitung-hitungan biaya pun tentu sudah dilakukan, sumber dana terus dipersiapkan atau mungkin sebagian bahkan ada yang seluruh dana telah tersedia.

Pada artikel kali ini kami ingin memberikan masukan kepada calon mahasiswa yang akan mulai melaksanakan perkuliahannya dalam waktu yang dekat, memang benar bahwa tujuan akhir perkuliahan adalah menyelesaikan strata pendidikan mulai dari D3 hingga S1 kemudian dapat dilanjutkan dengan strata berikut yakni S2 (program Master), S3 (program Doctor) dan seterusnya.

Sejalan dengan program pendidikan, ada sesuatu yang mutlak yang juga harus direncanakan dan wajib dilaksanakan oleh mahasiswa yaitu sebuah program dasar untuk memulai membangun kekayaan melalui perencanaan pembelian rumah atau properti.

Mengapa ini menjadi penting? Fakta yang ada banyak sekali mereka yang telah menjadi sarjana tidak mampu untuk membeli rumah, bertahun-tahun mereka menempati 'Taman Mertua Indah' bahkan ironisnya banyak diantara mereka yang jangankan untuk membeli rumah, bekerja-pun masih belum jelas, tidak tertutup mereka masuk kedalam katagori pengangguran terselubung.

Bagaimana mengatasi kondisi ini? Perlu diketahui bahwa perjalanan perkuliahan yang menempuh waktu relatif singkat & sedang tidak terlalu panjang (3 s/d 4 tahun, untuk S1) jika disiasati akan menghasilkan pertumbuhan aset keuangan yang baik.

Bagaimana caranya? Berikut adalah 5 langkah sederhana yang dapat dipertimbangkan oleh mereka calon mahasiswa, jika ini dilakukan maka dapat dipastikan bahwa potensi untuk membeli rumah dengan cara KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dikemudian hari adalah cukup besar:

1. Mulai dari diri sendiri: layaknya belajar, tidak ada yang dapat mengatur hasil secara optimal selain diri kita sendiri, ilmu perencanaan keuangan juga demikian. Mulailah melakukan alokasi belanja dan pisahkan antara kebutuhan perkuliahan dan kebutuhan non perkuliahan.

Untuk sementara waktu tempatkan pos belanja yang hanya mementingkan keinginan (bukan kebutuhan) dengan porsi yang kecil, prioritaskan pos belanja dengan porsi yang besar pada kebutuhan (perkuliahan & non perkuliahan, investasi untuk membeli properti termasuk di dalamnya).

2. Mulai mencari penghasilan tambahan: tugas utama mahasiswa adalah belajar, namun alangkah bijaknya jika mau untuk belajar menjadi pekerja paruh waktu dan atau berwirausaha. Porsi bekerja tidak boleh menyita waktu yang besar, kewajiban utama untuk belajar adalah tetap merupakan prioritas.

3. Mulai melakukan perhitungan nilai masa depan (future value): kondisi saat ini tentu berbeda dengan kondisi mendatang yang pasti biaya akan meningkat tidak pernah menurun, termasuk biaya untuk membeli sebuah rumah.

4. Mulai merencanaan pembelian: alangkah baiknya perencanaan pembelian rumah dilakukan sedini mungkin, diusahakan ketika anda sudah mulai bekerja dan mendapatkan penghasilan (income) atau selambatnya 5 tahun setelah bekerja atau setelah lulus S1 (mana yang lebih cepat).

5. Mulai melakukan investasi: agar pembelian rumah dapat terealisasi sesuai rencana maka diharuskan untuk melakukan investasi. Instrumen investasi yang dapat dipakai adalah reksa dana yaitu dengan target return berturut-turut selama 4, 5 dan 6 tahun adalah minimal sebesar 14%, 18% dan 20%.

Untuk mendapatkan target return seperti diatas maka disarankan agar menggunakan kombinasi Reksa Dana Campuran (RDC) dan Reksa Dana Saham (RDS) dengan rasio RDC:RDS adalah 60:40, 40:60 dan 20:80 berturut-turut untuk jangka waktu 4, 5, 6 dan diatasnya. Dalam melakukan investasi Reksa Dana ada hal yang terpenting namun sering dilupakan oleh investor yaitu melakukan pemantauan (monitoring) minimal selama 3 bulan sekali.

Pertanyaan berikut adalah berapa jumlah investasi yang harus saya lakukan?, untuk menjawabnya silahkan lihat contoh tabel berikut:


Harga Rumah (kelak) Uang Mula Nilai Uang Muka (kelak) Waktu tersedia Investasi awal agar uang muka tercapai Target Return
Rp 350 Juta 20% Rp 70 Juta 4 Thn Rp 1.083.545 14%
Rp 400 Juta 20% Rp 80 Juta 5 Thn Rp 819.186 18%
Rp 450 Juta 20% Rp 90 Juta 6 Thn Rp 645.004 20%
Rp 500 Juta 20% Rp 100 Juta 7 Thn Rp 544.872 20%
Rp 600 Juta 20% Rp 120 Juta 9 Thn Rp 396.571 20%


Terlihat bahwa kisaran penghematan anggaran yang harus dilakukan per hari adalah antara Rp 13.500,- hingga Rp 36.500,-. Ini tentu memerlukan 'effort' yang besar agar tujuan memiliki rumah (meski dengan cara KPR) dapat tercapai.

Pembaca yang bijak uang hasil 'penghematan' tadi dapat anda simpan dalam tabungan, selanjutnya anda investasikan di dalam reksa dana secara otomatis setiap bulannya. Mekanisme investasi ini tentu hanya dapat dilakukan dengan instruksi khusus dari anda sebagai pemegang rekening kepada Bank yang sudah menjadi anggota Agen Penjual Reksa Dana dan tentu harus sudah terdaftar di Bapepam.

Mengapa demikian? Ini semata-mata untuk menghidari resiko atas investasi yang tidak bertanggung jawab yang pernah dilakukan oleh pihak perbankan, seperti pada kasus Bank Century dan beberapa kasus perbankan sebelumnya.


Khusus bagi anda yang ingin melakukan simulasi investasi mengenai rencana pembelian rumah beserta perhitungan lain yang terkait dengan kredit perumahan, silahkan anda kirim email kepada kami di alamat artikel@efiplan.com maka dengan senang hati akan kami kirimkan simulasi gratis versi Microsoft excel 2007 kepada anda.

Demikian pembaca yang bijak, bagi anda calon mahasiswa silahkan lakukan investasi dengan benar dan tekun maka niscaya pertumbuhan aset anda akan meningkat, selamat mencoba.

Sumber:
- Taufik Gumulya, CFP® Perencana Keuangan dari TGRM Financial Planning Services
- detikfinance

05 May 2010

Asuransi Syariah Berpotensi Tumbuh Hingga 150%



JAKARTA. Bisnis industri asuransi syariah nyatanya kian menarik, tak heran pelaku industri di bisnis ini pun terus bertambah. Awal tahun ini saja, sudah ada tiga perusahaan yang menyatakan minatnya menggarap bisnis ini dan kini tengah dalam proses di Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

"Kalau pelaku ditambah tiga saja, boleh jadi secara keseluruhan akan ada pertumbuhan total premi sekitar 150% di asuransi syariah tahun ini," papar Parmin, Direktur Asuransi Mubarakah, Selasa (4/5).

Meski belum banyak pemain, bisnis asuransi syariah terus menunjukan pertumbuhan yang siginifkan. Parmin mencatatkan, pada 2009 lalu total premi asuransi syariah tumbuh hingga 78% dibandingkan tahun sebelumnya. "Sebenarnya pertumbuhan asuransi syariah ini dari tahun ke tahun cukup bagus, bisa dibilang tumbuh signifikan. Lihat saja, total premi 2009 saja sudah mencapai sekitar Rp 2,053 triliun naik dari 2008 sekitar Rp 1,4 triliun," katanya.

Meski demikian, Parmin menilai market share di bisnis ini masih terbilang kecil. "Sekarang market share syariah belum mencapai 2%, baru mencapai 1,44% saja. Kalau dilihat seperti itu, kan kue-nya masih besar, maka tak heran banyak yang tergiur dengan asuransi syariah," terang Parmin.




Ia menilai, ketertaikan menggarap bisnis ini diyakininya karena mayoritas penduduk Indonesia muslim dan kesadaran masyarakat muslim semakin meningkat, sehingga semangat untuk bersyariah semakin tinggi. "Regulasi juga dengan mengeluarkan PMK 18/2010, menjadikan dorongan bagi pelaku-pelaku industri asuransi melihat potensi di syariah ini," papar Parmin.

Apalagi, tambahnya, saat ini bukan hanya kalangan-kalangan muslim saja yang tertarik pada bisnis syariah. "Ini bagus karena bisa menjadi sarana edukasi syariah juga. Semakin banyak pemain, semakin cepat pertumbuhan di syariah," tandasnya.

Salah satu yang membatasi perkembangan syariah tidak signifikan ialah karena pemainnya yang masih terbatas, sehingga sosialisasi terbilang kurang dalam hal ini. "Kita yang lebih dulu bergerak di sini melihat ini bertambahnya pelaku bukan sebagai ancaman, tapi ini sebagai potensi yang akan mendorong pertumbuhan asuransi syariah agar bisa lebih diedukasikan, dan setiap perusahaan kan punya segmen berbeda," terangnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Asuransi umum Indonesia Kornelius Simanjuntak mengatakan, perkembangan asuransi syariah cukup baik. Malah, ia melihat potensi pasarnya semakin besar. "Tapi minat berasuransi saat ini masih rendah, dan untuk itu pengenalan asurani syariah harus terus dilakukan," ujarnya.

Sumber:
www.kontan.co.id

14 March 2010

Apakah Anda Terlahir Sebagai Sosok Miliarder?


VIVAnews - Bayangkan, harta Rp 500 triliun. Jika disebut lengkap 500.000.000.000.000. Itulah kekayaan Carlos Slim Helu, taipan nomor wahid di dunia seperti dirilis oleh majalah ternama, Forbes pekan ini.

Bayangkan, apa yang bisa anda lakukan dengan kekayaan sebesar itu. Tentu banyak sekali yang bisa diperbuat.

Nah, apakah anda bermimpi masuk dalam jajaran 1000 orang kaya atau setidaknya apakah anda dilahirkan sebagai sosok calon miliarder. Sebelum anda menyiapkan strategi serius menuju pertumbuhan dan menghadapi semua tantangan, anda perlu menjawab setidaknya 10 pertanyaan berikut ini.

Pertanyaan-pertanyaan itu diinspirasi oleh sejumlah psikolog yang pernah menangani para pembesar dunia. Di antaranya adalah Debra Condren, yang telah bekerja di perusahaan raksasa Cevron, Hewlett-Packard dan 3M. Kemudian, David Ballard, kepala asosiasi Psikolog Amerika, serta Joan Kane, psikolog Manhattan yang menangani banyak eksekutif tingkat tinggi.

Berikut ini pertanyaan yang mereka ajukan sebelum anda menjadi miliarder.

1. Mengapa punya tujuan besar?
Petakan tujuan jangka panjang untuk bisnis anda sebelum anda mengubah kecepatan roda gigi untuk mendorong pertumbuhan.

2. Bagaimana anda melihat sekeliling?
Sosok bintang seperti Bill Gates dan Sam Walton adalah sosok revolusioner yang bisa jadi panutan. Seorang miliarder harus bisa mentransformasikan dan memunculkan ide-de baru. Itu butuh kecerdasan, kegigihan dan keberuntungan.

3. Apakah anda bisa mengelola ambiguitas?

Sosok pengusaha yang sukses bisa melihat hutan data belantaran yang saling bertentangan. Direktur Operasional mungkin ingin ekspansi ke Asia, tapi Direktur Pemasaran beranggapan masih prematur. Menghadapi situasi ini, pengusaha bisa menentukan pilihan mengambil putusan yang tepat.

4. Apakah anda terinspirasi oleh kreativitas?
Banyak pengusaha mulai dari kreativitas awal. Tapi imajinasi seperti itu bisa dijalankan ketika tiba saatnya untuk menginstalnya dalam sistem dan proses yang diperlukan untuk mengakomodasi pertumbuhan.

5. Apakah siap membuat keputusan berat?

Tentu, saudara dan teman baik membantu anda di awal bisnis. Tetapi, mereka mungkin kurang berguna ketika bisnis tumbuh. Jika anda merasa tidak nyaman untuk mengganti mereka, maka perusahaan akan tetap kecil.

6. Apakah bisa tampil ke publik?

Perusahaan yang besar butuh publik figur. Sosok pengusaha yang kerap tampil lebih mudah memiliki waktu ketimbang mereka yang menghindar dari sorotan. Jika anda tak suka bicara di depan umum, tapi masih ingin tumbuh, anda bisa percayakan pada orang lain sebagai juru bicara.

7. Apakah anda bisa membuat kesepakatan?

Dalam kebanyakan kasus, semakin besar bisnis anda, maka semakin banyak pula masukan yang anda butuhkan dari orang-orang di sekitar. Pengusaha yang selalu berpikir dengan cara saya, maka siap-siap saja kalau tetap kecil.

8. Apakah anda bisa mendelegasikan?
Semakin besar perusahaan anda, semakin sedikit waktu yang anda miliki untuk berinteraksi dengan karyawan. Karenanya, anda tidak akan selalu tahu perkembangan semua departemen. Jika anda tidak dapat mendelegasikan, lupakan soal pertumbuhan.

9. Bisakah anda bekerja pada hari Natal atau Lebaran?

Perjalanan menuju puncak perlu pengorbanan. Anda mungkin akan kehilangan acara-acara keluarga, bahkan anda mungkin akan merindukan mereka karena kesibukan pekerjaan yang luar biasa.

10. Bisakah anda hidup terisolasi?

Menjadi miliarder bisa kesepian. Teman bisa muncul dari mana saja, namun hubungan yang hangat sulit dikembangkan. Sosok milyarder bisa mengendus adanya parasit, namun bisa menumbuhkan kesetiaan orang dalam yang bisa dipercaya.

sumber asli:
Forbes.com


Share/Bookmark

16 November 2009

Miliki 300 Juta User, Facebook Jadi Tambang Bisnis


Jakarta - Biasanya Facebook hanya menghabiskan waktu. Tapi bagi sebagian orang, Facebook yang memiliki lebih dari 300 juta user adalah tambang bisnis yang menjanjikan bagi keberhasilan usaha.

Saat ini sudah semakin banyak usaha kecil yang menggunakan Facebook untuk meraih sukses. Facebook dijadikan sarana untuk mencari pelanggan baru, membangun komunitas penggemar online dan menggali informasi pelanggan.

"Anda perlu berada di tempat pelanggan dan calon pelanggan. Dengan 300 juta orang di Facebook dan terus tumbuh, itu audien potensial untuk banyak produk dan jasa," kata Clara Shih, penulis The Facebook Era (Pearson Education, 2009).

Bagi kebanyakan bisnis, Facebook Pages adalah tempat terbaik untuk memulai. Halaman ini berbeda dari profil individu dan Groups Facebook. Pages memungkinkan usaha untuk mengumpulkan penggemar, sama seperti yang dilakukan selebriti, tim olahraga, musisi dan politisi. Saat ini sudah ada 1,4 juta Facebook Pages dan mengumpulkan lebih dari 10 juta penggemar setiap harinya.

Bisnis dapat dengan mudah hadir di web lewat Facebook, bahkan jika usaha itu tidak memiliki situs web sendiri. Kebanyakan perusahaan memelihara situs web sendiri untuk menjangkau orang-orang yang tidak menggunakan Facebook, atau untuk mengatasi jika ada pemblokiran akses ke situs itu.

Bisnis dapat mengklaim alamat agar mencerminkan nama bisnis, seperti www.facebook.com/Starbucks. Halaman Facebook itu dapat dilink ke situs perusahaan atau ke layanan e-commerce.

Facebook menawarkan berbagai alat agar cepat menggapai banyak penggemar. Shih merekomendasikan pendatang baru bertanya pada diri sendiri pertanyaan sederhana, apa tujuan dasar Anda? Apakah mendapatkan lebih banyak pelanggan? Membangun kesadaran merek? Menciptakan sebuah tempat untuk dukungan pelanggan?

Jika hal itu sudah dilakukan maka berlanjut dengan menetapkan tujuan serta menyusun strategi yang sesuai.

"Anda bisa menghabiskan banyak waktu di Facebook. Tapi jika Anda seorang bisnis, tidak banyak waktu untuk dibuang. Pertama tetapkan tujuan Anda, memulai dari yang kecil dan melakukan hal-hal yang membantu Anda mencapai tujuan Anda," kata Shih, yang juga pendiri Hearsay Labs, sebuah perusahaan perangkat lunak pemasaran Facebook

Shih menyarankan pelaku bisnis agar meminta teman-teman dan keluarga untuk menjadi penggemar dari halaman mereka, sehingga menampilkan kerumunan saat pertama debut. Kemudian halaman dapat tumbuh secara organik dari mulut ke mulut, atau dari iklan atau promosi.

Setelah itu halaman dapat dimeriahkan dengan foto, komentar dan informasi. Saat sudah tumbuh maka dapat ditambahkan video atau aplikasi bisnis. Halaman itu juga harus mencerminkan ciri khasnya.

Contohnya halaman es krim harus terasa berbeda dari rumah duka. "Halaman-halaman yang paling sukses adalah yang benar-benar memiliki ciri khas bisnis," kata Tim Kendall, direktur moneterisasi Facebook.

Art Meets Commerce adalah perusahaan pemasaran di New York yang sukses menggunakan Facebook sebagai bagian penting dari kampanye publisitas produksi teaternya. Halaman Facebook untuk acara Rock of Ages misalnya, memiliki lebih dari 13.000 penggemar.

Anggota staf terus-menerus memperbarui halaman dengan foto-foto baru, video dan kutipan dari para pemain. Tapi ia mengingatkan halaman Facebook bukan hanya menyangkut pemasaran.

"Anda akhirnya bergerak dari seorang internet marketer dan masuk ke layanan pelanggan," ujar Jim glaub, direktur kreatif di lembaga tersebut. Banyak orang menggunakan Facebook untuk mengajukan pertanyaan, berapa lama pertunjukannya? parkirnya di mana? dan Anda harus menjawabnya. [mdr]

Sumber:
Inilah.com


Share/Bookmark

09 November 2009

Dolar AS Terpuruk, Emas Kembali Cetak Rekor


JAKARTA. Seakan tak mengenal lelah, harga emas kembali menyentuh harga tertinggi. Senin (9/11), hingga pukul 11.42 WIB, harga emas di bursa berjangka Comex bertengger di US$ 1.105,11 per troy ounce, atau menguat 0,8% ketimbang sehari sebelumnya.

Kali ini ada dua penyebab yang mengakibatkan harga emas kian meroket. Pertama, rendahnya suku bunga Amerika Serikat (AS). Ini mengakibatkan investor dunia melakukan aksi carry trade yang berujung pada melemahnya mata uang dolar AS. Akhirnya, ongkos untuk membeli komoditas berbasis duit hijau semakin murah.

Kedua, aksi pemerintah India membeli komoditas emas dari International Monetary Fund (IMF). Para analis memprediksi, keputusan ini akan segera diikuti oleh negara lainnya. Dus, permintaan terhadap komoditas emas bakal semakin tinggi.

“Komoditas berbasis dolar AS turun. Tapi, emas selalu mencetak rekor. Sebab, investor menjadikan emas sebagai tempat investasi yang paling aman,” kata Geoff Clear, Head of Asia Commodities Australian & New Zealand Banking Group Ltd.

Hendra Soeprajitno
,
Sumber:
www.kontan.co.id

06 August 2009

BI Rate Turun Reksadana Untung


INILAH.COM, Jakarta – Berturut-turutnya pemangkasan suku bunga acuan (BI rate) hingga 6,5% pada Agustus ini berdampak positif bagi invetasi di reksadana. Pasalnya, pemangkasan itu telah memicu kenaikan harga instrumen investasi ini.

Head of Debt Research PT Danareksa Sekuritas Budi Susanto mengatakan secara keseluruhan penurunan BI rate sangat positif bagi semua jenis reksadana baik fixed income, saham dan pasar uang. Menurutnya, pemangkasan BI rate telah mendorong harga instrumen keuangan menjadi naik.

Apalagi, reksadana fixed income yang sama artinya dengan obligasi secara keseluruhan. Menurutnya, jika harga obligasi naik, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana fixed income pun mengalami kenaikan secara otomatis.

”Jadi, penurunan BI rate, dampaknya positif karena mendorong ruang yield obligasi untuk turun lebih lanjut,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (5/8). Bank Indonesia kembali menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6,50%.

Jika yield turun, berdampak pada harga obligasi yang naik. Pasalnya, hubungannya selalu terbalik antara yield dan harga obligasi. “Intinya, kalau BI rate turun terdapat ruang untuk kenaikan harga obligasi,” tuturnya.

Budi memberikan catatan, harus dibedakan antara yield dengan return. Pasalnya, yield sudah mencakup pertimbangan faktor harga, faktor harga kupon, dan faktor jangka waktu jatuh tempo. ”Tapi, yang perlu kita ingat bahwa hubunganya yang terbalik antara harga dan yield,” tuturnya.

Yield selalu mengikuti pergerakan suku bunga sedangkan return tidak. Karena itu, dengan penurunan BI rate saat ini, yield obligasi turun dan harganya menjadi naik. ”Karena itu, nilai atau valuasi yang tercermin pada harga pasar investasi atau nilai pasarnya (mark to market)-nya menjadi meningkat,” paparnya.

Direktur PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) Andreas M Gunawidjaja mengatakan reksadana pendapatan tetap (fixed income) bisa menjadi pilihan untuk berinvestasi. Penurunan tingkat suku bunga, seiring trend penurunan tingkat inflasi, merupakan peluang baik bagi investor menginvestasikan dananya pada reksadana berbasis obligasi tersebut.

Menurutnya, penurunan suku bunga acuan (BI rate) akan berbanding terbalik dengan imbal hasil obligasi sehingga investor bisa memperoleh return lebih tinggi. “Reksadana pendapatan tetap merupakan investasi yang tepat saat ini,” ujar Andreas. Apalagi, hingga 2010, target pajak capital gain dan bunga obligasi reksadana sebesar 0%.

MMI sendiri menerbitkan reksadana terproteksi berbasis obligasi, yaitu reksadana Mandiri Capital Protected Income Fund 14 (MCPIF 14) dengan indikasi imbal hasil 9% per tahun. “Kami menginvestasikan 80-100% portofolio pada obligasi pemerintah dan sisanya pada instrumen pasar uang dan atau dana kas,” sebutnya. [E1]
sumber:
inilah.com

05 August 2009

Economic creative expo 2009

Celebrating the “Indonesia Creative Year of 2009”, the Season of Indonesian Creative Products 2009 presented the latest innovation in fast-growing creative industries. Each innovative product features a touch of Indonesia’s diverse culture and technological advancements. As an official exhibition representing Indonesian creative economy products, all products on show were selected from the best quality and designs of creative economy products originally made in Indonesia.


Venue: Jakarta Convention Center - Date: Fri, 08/07/2009 - Sun, 08/09/2009


Source:
The Jakarta Post

Obligasi PLN Menjanjikan

Rudiantara

Jakarta, Kompas - Obligasi internasional senilai 750 juta dollar AS yang diterbitkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara mendapat respons yang sangat baik dari pasar. Perseroan pun semakin optimistis untuk melanjutkan rencana menerbitkan obligasi dalam rupiah tahun ini.


Wakil Direktur PT PLN Rudiantara, Selasa (4/8) di Jakarta, mengemukakan bahwa obligasi internasional PLN mengalami kelebihan permintaan sampai sebelas kali lipat.


”Sampai menjelang penutupan, order book-nya sampai 8,6 miliar dollar AS, tetapi kita tetap ambil 750 juta dollar AS,” ujarnya. Obligasi internasional PLN mulai ditawarkan Senin siang waktu Indonesia kepada investor di Asia, Amerika Serikat, dan Eropa.


PLN telah melakukan lawatan nonkesepakatan bisnis (non-deal roadshow) ke Singapura, Hongkong, Inggris, dan Amerika Serikat pada Mei 2009. Obligasi bertenor 10 tahun itu ditawarkan dengan imbal hasil 8,125 persen. Terakhir, PLN menerbitkan obligasi internasional tahun 2007 sebesar 1,1 miliar dollar AS.


Kantor Berita Dow Jones mencatat bahwa obligasi yang ditawarkan PLN diminati oleh 310 penawar yang terdiri atas manajer aset, perbankan, perusahaan pengelola dana pensiun, dan investor ritel. Pembeli didominasi oleh investor Asia, yaitu sekitar 44 persen, disusul Amerika Serikat dan Eropa.


Obligasi yang diterbitkan PLN menjadi obligasi kedua yang berasal dari negara berkembang. PLN dinilai masuk pada saat yang tepat, yaitu saat kondisi pasar yang sedang membaik.


Hal itu, antara lain, ditunjukkan yield yang lebih rendah dibandingkan perkiraan awal yang dikeluarkan Barclays Capital dan UBS AG sebagai penjamin.


Namun, analis menilai yield yang ditawarkan PLN termasuk tinggi. Sebelum mengeluarkan obligasi internasional, PLN telah menerbitkan obligasi senilai Rp 2,2 triliun pada 12 Januari 2009.


Belanja modal


Obligasi itu terdiri atas obligasi konvensional PLN X tahun 2009 dan sukuk ijarah III tahun 2009. Dana yang terhimpun dari penjualan obligasi pada awal tahun itu digunakan PLN untuk membiayai pembangunan jaringan transmisi listrik proyek 10.000 megawatt.


Adapun dana dari penerbitan obligasi internasional akan digunakan sebagai belanja modal dan membiayai operasional perusahaan di luar proyek pembangkit 10.000 MW.


Antusiasme pasar atas obligasi internasional itu membuat perseroan optimistis terhadap rencana mereka untuk menerbitkan obligasi dalam nominasi rupiah sekitar Rp 1,5 triliun.


Dari sisi kinerja, kondisi keuangan PLN membaik yang ditunjukkan dengan posisi penerimaan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang meningkat.


Tahun 2008, EBITDA PLN Rp 14,6 triliun, naik dibanding tahun 2007 sebesar Rp 13,2 triliun. Sampai 2008, PLN memiliki utang dalam bentuk dollar AS yang nilainya setara Rp 35 triliun dan dalam mata uang yen senilai Rp 23 triliun. (DOT)


sumber: koran kompas


01 September 2008

RE-BRANDING BARACK OBAMA



Branding - Marketing

Musim promosi diri dan re-branding personal sekarang lagi marak. Rizal Malarangeng, Soetrisno Bachir, Wiranto, Prabowo Subianto dan Amien Rais lagi berebut perhatian publik. Tentu saja tidak ketinggalam juga SBY dan JK. Personal branding memang lagi naik daun. Ada yang setuju, ada juga yang alergi.

Studi kasus paling pas untuk personal branding ada pada Barack Obama. Anak muda yang masa kecilnya sempat sekolah di Jakarta ini tiba-tiba memporak porandakan peta kompetisi pemilihan Presiden Amerika. Ada yang melecehkan, ada yang cinta, ada yang benci, ada yang pengagum berat sampai berani bersumpah menjadi pendukung setianya. Yang jelas, sekarang ini Obama sedang ada di puncak kinerja personal branding-nya. Menang atau kalah pada pilpres Amerika nanti merupakan isu lain.

Lalu bagaimana caranya Obama membangun personal brand? Atau lebih mendasar lagi, apakah Obama dengan sengaja membangun personal brand-nya? Atau jangan-jangan hanya kebetulan dan keberuntungan semata yang membuat brand Obama sedemikian ’kinclong’? Jawabnya jelas, ada integrated perception management company yang selalu mempersiapkan, mengawal dan memonitor personal brand performance Obama.

Personal branding seringkali dimaknai sebagai ’poles-poles’ wajah dan cara bicara seseorang. Tidak heran bila ada calon pimpinan perusahaan, politikus atau pejabat yang akan dilantik maka yang ’buruan’ dilakukan adalah: beli baju baru, beli sepatu yang seformal mungkin, gunting rambut seperti gaya pejabat pada umumnya dan lalu latihan pidato. Cukupkah? Jawabnya: ”SANGAT CUKUP” sebagai modal dijatuhkan di kemudian hari.

Barack Obama melakukan banyak perubahan pada penampilan visualnya. Salah satu yang kelihatan berbeda secara fisik pada Obama adalah tampilannya yang lebih ”berisi” dan ’berisi’. Obama sekarang tidak lagi tampil kerempeng meskipun tetap tidak ’boros’. Kalau sampai terpilih, presiden kan harus berkomunikasi dan tampil bersama dengan segenap masyarakat yang miskin dan kaya raya. Membangun asosiasi bahwa kandidat presiden bisa bergaul dengan warga makmur perlu diimbangi dengan penampilan yang berkesan lebih makmur. Karenanya Obama perlu juga menyesuaikan diri.

Bagaimana dengan pidato Obama? Sesungguhnya Obama bukanlah orator ulung seperti mantan Presiden Kennedy yang juga dari Partai Demokrat. Hanya saja Obama berhasil memanfaatkan isu-isu strategis, yang ada kalanya sengaja dicari isu yang bertentangan dengan pesaingnya, sehingga pidato Obama tetap ditunggu oleh khalayak. Demikian juga pemunculan Obama yang sudah ditunggu-tunggu di konvensi partai Demokrat di Denver tetapi tetap saja masih ’diicrit-icrit’ dalam rangka membangun rasa penasaran dan kangen publik pada calon pemimpinnya. Dan tentu saja untuk kesemua hal tersebut perlu strategi dan perencanaan personal brand yang matang.

Branding, termasuk personal branding, memang tidak hanya persoalan ‘bungkus’ untuk menghasilkan persepsi. Sehebat apapun asesoris penampilan seseorang, tetapi kalau dalam perdebatan terlihat tidak menguasai persoalan atau mengambil posisi yang salah, maka sia-sialah biaya promosi yang dihamburkan.

Kisah re-branding Barack Obama sendiri juga akan menjadi salah satu bahasan utama dalam dialog Why & How Re-Branding yang akan menampilkan Bung Andy Noya sebagai studi kasus riil dan bisa menjadi ajang temu kangen dengan para penggemar Kick Andy. Kisah re-branding Obama belumlah cerita yang sudah usai. Masih ada episode berikutnya dari re-branding Obama.

Re-branding personal, termasuk dalam hal Obama, membutuhkan paling sedikit adanya: Branding Commitment, Strategi re-branding, Brand Identity Formulation, Brand Communication dan Brand Evaluation. Tentu saja awalnya adalah komitmen, yang dilanjutkan dengan harapan besar di hari esok, seperti yang diungkapkan oleh Barack Obama ketika menerima nominasio pencalonan President dari partai Demokrat, yaitu: “I Have a Dream”.

Sumber:
http://www.kickandy.com/?ar_id=MTE0Mg==

27 August 2008

Ekonomi - PEMBAGIAN UNTUNG DAN HASIL

oleh: Ahmad Gozali
www.perencanakeuangan.com

Dikutip dari Wanita Indonesia No 970, 2008

Mas Ghozali,

Setelah tamat SMA. Saya di suruh menjaga toko sembako oleh kakak saya penghasilan sehari rata-rata 4 (5) juta, terus bagaimana cara mengambil keuntungan untuk saya setelah membayar bulan 800 rb. PAM 100 ribu. Listrik 200 ribu. Apakah itu seimbang dengan penghasilan nya. Terima kasih untuk jawaban yang diberikan Mas Ghozali.

Is, 22 th, Sragen, 08131620XXXX

Jawaban:

Senang sekali mendapatkan email dari Anda dan saya akan memberikan sedikit gambaran mengenai hal yang sebaiknya dilakukan. Apa yang Anda kerjakan saat ini sudah sangat bagus sekali, setelah lulus SMA yang biasanya langsung meneruskan kuliah tapi Anda malah sudah bekerja menjaga toko milik kakak. Bagusnya, Anda bisa mendapatkan pengalaman dalam bekerja daripada teman-teman Anda lainnya.

Untuk awal bekerja, penghasilan yang diterima bukanlah hal utama untuk dipertimbangkan atau sebaiknya tidaklah perlu terpaku pada berapa nilai nominal yang Anda peroleh saja, tapi kesempatan yang Anda peroleh dalam bentuk lainnya adalah pertimbangan yang lebih berharga lagi. Pengalaman adalah sesuatu yang sangat tak ternilai, karena hal itu tidak akan didapatkan dibangku sekolah maupun bangku kuliah. Seperti Anda mendapatkan pengalaman bekerja, membuat pembukuan sederhana dari keluar masuknya barang di toko, kemampuan menghadapi pelanggan dan lain sebagainya yang tentunya hal tersebut sangat besar manfaatnya.

Pada dasarnya ada beberapa cara yang bisa diambil oleh kakak Anda untuk membayar Anda. Pertama adalah dengan sistem gaji saja. Dimana Anda hanya memperoleh gaji sekali saja dalam sebulan yang nilainya sesuai dengan hasil rembukan antara Anda dan kakak. Kedua, bagi hasil atas besarnya penghasilan dari usaha yang diperoleh. Misalnya dengan sistem 20:80, 30:70 dan lain nya. Karena Anda dalam usaha tersebut hanya memberikan sumbangsih berupa waktu dan tenaga saja dalam usaha tersebut, jadi tentunya Anda hanya memperoleh bagi hasil yang lebih kecil. Dan terakhir kombinasi dari kedua cara diatas. Mana yang lebih baik untuk diterapkan? Ini perlu dilakukan rembukan dengan kakak Anda. Tapi biasanya yang lebih menarik sih pakai cara terakhir, dimana Anda tetap mendapatkan gaji pokok dan akan mendapatkan tambahan penghasilan kalau toko yang Anda kelola semakin ramai pengunjung.

Memang sih, Anda berhak kok mendapatkan gaji yang sesuai dengan apa yang Anda lakukan saat ini. Tapi tentu dong harus disesuikan dengan penghasilan yang diperoleh toko tersebut. Saya sendiri tidak dapat menghitungkannya untuk Anda karena datanya kurang lengkap, kita juga harus menghitung berapa biaya pembelian untuk menentukan hasil bersih dari usaha tersebut. Dan besarnya gaji yang Anda peroleh janganlah hanya dilihat dari satu sisi saja, tapi ada sisi lain yang lebih berharga yang akan Anda peroleh seperti pengalaman kerja.

Semoga memberikan pencerahan untuk Anda dalam membantu mengambil keputusan.

Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


Sumber dari milis SSR Syariah di Yahoo Groups

26 August 2008

Cerita di balik sebuah Polis Asuransiku


Cerita ini terjadi beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada akhir tahun 2007 yang lalu di bulan Oktober-November.

Pada waktu itu saya sedang berpikir dan membyangkan untuk bisa memiliki sebuah polis asuransi. Pada saat itu yang terpikir adalah memiliki sebuah polis asuransi pendidikan untuk anak, karena saya berfikir umur saya sudah waktunya menikah dan memiliki anak. Sehingga pada saatnya nanti ketika saya memiliki anak, maka untuk urusan biaya pendidikannya sudah ada, dan saya tidak perlu terlalu pusing lagi memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan anak.

Yang saya tau dari sebuah polis asuransi pendidikan adalah ketika si anak memasuki usia sekolah maka pihak asuransi (penanggung) akan mengeluarkan sejumlah uang yang menurut saya jumlahnya cukup untuk membiayai pembayaran masuk sekolahnya. dan pihak asuransi akan mengeluarkan kembali sejumlah uang pertanggungan biaya pendidikan pada saat usia anak mencapai jenjang yang lebih untuk masuk sekolah.

Sebagai contoh misalnya uang pertanggungan akan keluar di usia anak 5 tahun, pada saat ini anak akan memasuki Sekolah Dasar, usia 12 tahun pada saat usia ini anak akan memasuki Sekolah Menegah Pertama, usia 15 tahun si anak akan memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu Sekolah Menegah Umum (SMU), kemudian yang terakhir adalah usia 18 tahun, pada usia ini anak akan memasuki perguruan tinggi. Di Usia-usia itulah maka sejumlah uang pertanggungan biaya pendidikan anak kita akan dikeluarkan oleh pihak Asuransi (Penanggung).

Hal tersebut diatas adalah hal-hal yang pertama kali mendasari pemikiran saya akan pentingnya memiliki sebuah polis asuransi, khususnya asuransi pendidikan.

Pada saat yang hampir bersamaan dengan itu, ada seorang tetangga saya yang datang kepada saya untuk menjelaskan sebuah program asuransi yang mengcover dan melindungi hampir seluruh aspek kehidupan kita, Pada saat itu saya mencoba untuk mendengarkan presentasi yang disampaikan kepada saya dengan cermat, dan saya juga bertanya kepada dia mengenai hal-hal yang berkaitan dengan apa yang telah dijelaskannya itu.

Tetangga saya tersebut ternyata telah memahami asuransi apa yang sedang saya pikirkan untuk saya ikuti, yaitu asuransi pendidikan. Kemudian dia menjelaskan bahwa produk asuransi yang dia tawarkan kepada saya saat itu adalah produk asuransi yang bersifat "all in". Asuransi ini adalah asuransi Unit Link dari PT. Prudential Life Assurance. Asuransi jenis Unit Link adalah produk Asuransi Jiwa yang dikaitkan dengan investasi.

Hal yang dijelaskan diantaranya tentang manfaat-manfaatnya, adalah sebagai berikut:

1. Pertanggungan/santunan Kematian.
2. Perlindungan dari kecelakaan.
3. Perlindungan Kesehatan yang beruapa biaya rawat inap rumah sakit, biaya masuk ICU, biaya operasi kecil hingga besar.
4. Perlindungan jika terkena penyakit kritis (jumlahnya ada 34 macam)
5. Perlindungan jika terjadi Cacat Tetap dan Total.
6. Pengehentian pembayaran premi jika terjadi/terkena serta memenuhi kriteria kondisi kristis 34 macam penyakit, maka premi dihentikan dan akan dibayarkan oleh Penanggung.
7. Investasi/tabungan dibeberapa instrumen investasi yang dimiliki oleh PT. Prudential Life Assurance.

Atas dasar hal diatas tersebut maka saya mulai tertarik untuk tetapi belum memutuskan untuk mengikutinya, karena saya sedang berhitung untuk pengeluaran saya tiap bulannya.

Akhirnya pada beberapa hari berikutnya, tetangga saya itu datang kembali ke tempat saya dengan membawa ilustrasi manfaat yang sudah tercetak dalam beberapa lembar kertas A4. Dia menjelaskan kembali tentang manfaat-manfaat asuransi yang akan saya dapatkan jika saya ikut atau mengambil asuransi yang dia tawarkan tersebut.

Kemudian ada satu hal yang menurut saya penting untuk saya kemukakan kepada dia, bahwa saya mencari sebuah asuransi yang berbasis kepada sistem syariah dan bisa dipersiapkan untuk pendidikan anak kelak dikemudian hari. Ternyata di luar dugaan saya pada saat itu, asuransi yang dia tawarkan juga ada yang berbasis syariah dan juga bisa dipersiapkan sebagai tabunganpendidikan anak kelak. Lalu pertanyaannya adalah bagaimana mungkin asuransi yang banyak meng cover beberapa hal dapat juga digunakan sebagai persiapan biaya pendidikan anak kelak?

Jawaban yang saya terima adalah, dia mulai membuka lembaran ilustrasi, pada lembar ilustrasi manfaat nilai tunai, saya diperlihatkan perkiraaan jumlah tabungan/investasi saya pada beberapa tahun ke depan misalkan pada tahun ke lima, tahun ke sepeuluh dan seterusnya. Dengan asumsi rata-rata hasil investasi berkisar antara 15-20 % per tahun, maka nilai tunai yang didapatkan memang cukup untuk memenuhi biaya pendidikan anak kelak. Rata-rata kenaikan biaya pendidikan pertahun adalah berkisar antara 10-15 %.

Dia juga menjelaskan perkembangan investasi sesungguhnya dari yang telah berjalan ditahun-tahun sebelumnya dan ternyata hasil investasinya melebihi 25% per tahun. Untuk menyakinkan saya, dia juga menjelaskan bahwa PT. Prudential Life Assurance telah menjadi Asuransi terbaik versi majalah Investor sejak tahun 2002 hingga 2007, juga mendapatkan penghargaan Lifetime achievment dari majalah Investor karena berhasil menjadi asuransi Jiwa Terbaik selama 5 tahun berturut-turut. Hingga tahun 2007 PT. Prudential Life Assurance mendapatkan penghargaan kembali sebagai Asuransi Jiwa Terbaik dengan Asset di atas 5 Trilyun Rupiah.

Akhirnya dengan cekatan dia mulai menanyakan beberapa hal mengenai riwayat kesehatan saya serta data-data pribadi saya untuk dia tulis di dalam SPAJ (Surat Pengajuan Asuransi Jiwa). Di sini saya harus memberikan data-data dan riwayat kesehatan saya secara benar dan jujur, karena jika terjadi kebohongan khususnya pada riwayat kesehatan kita, maka jika sewaktu-waktu terjadi klaim terhadap penyakit yg pernah kita derita sebelumnya, tetapi tidak diberitahukan dan jika ketahuan maka klaim kita pasti akan ditolak oleh pihak Prudential.

Padahal pada saat itu saya belum memiliki uang untuk membayar premi awal untuk saya ikut asuransi ini. Akhirnya dia menawarkan bantuannya untuk pembayaran pertama, dan akan saya bayar kepada dia seminggu kemudian.

Akhirnya kira-kira setelah 2 pekan kemudian polis saya sudah jadi dan diantarkan juga ke rumah saya. dan pada saat itu saya resmi menjadi nasabah PT. Prudential Life Assurance dengan polis PRU link Syariah Assurance Account.

Demikianlah sejarah dan cerita awal ketika saya memiliki sebuah polis Asuransi Jiwa Unit Link. Semoga cerita dan pengalaman saya dapat diikuti oleh semua orang yang memikirkan masa depannya.


25 August 2008

Melambungnya harga Gas Elpiji


Akhir-akhir ini masyarakat diresahkan oleh semakin melambungnya harga gas elpiji, baik itu kemasan 3 Kg maupun 12 Kg. Tentunya hal ini sangat memberatkan dan cukup meresahkan warga, karena artinya biaya kebutuhan pokok mereka akan semakin meningkat, padahal dari segi pendapatannya tidak ada peningkatan.

Pada saat yang bersamaan juga, seperti yang dilansir dari beberapa media nasional, bahwa ketersediaan gas elpiji kemasan tabung 3 Kg dan 12 Kg ternyata mengalami kelangkaan. Hal ini cukup aneh, karena beberapa waktu lalu pemerintah telah membuat suatu program konversi minyak tanah menjadi gas. Dan saat ini ketika program tersebut mulai berjalan dengan lambat tapi pasti, ternyata pasokan gas elpiji diberbagai daerah mengalami kelangkaan. Hal ini menyebabkan tingginya harga gas elpiji di tingkat pengecer, sehingga harga akhir ke pembeli (masyarakat) semakin tinggi juga.

Belum selesai masalah kelangkaan pasokan gas elpiji tersebut, lagi-lagi masyarakat dikejutkan dengan berita akan naiknya kembali harga dasar gas elpiji per kilogramnya. Ada apakah ini?

Apakah pemerintah sebagai regulator sudah tidak berdaya menghadapi ini? Bukankah pemerintah dapat menekan harga dengan cara subsidi silang atau hal yg masih mungkin dilakukan lainnya?

Dari sini pasti akan muncul beberapa pertanyaan wajar dari masyarakat, seperti ; kenapa masyarakat dipaksa untuk beralih menggunakan BBM (minyak tanah) ke gas elpiji, kalau ternyata juga gas elpiji tersebut langka dan mahal harganya.

Beberapa waktu yang lalu Pertamina telah menaikan harga dasar gas elpiji per kilogramnya, dan untuk saat ini kembali lagi Pertamina menaikan harga gas ini.

Sungguh sedih membayangkan masyarakat ekonomi lemah di tengah kondisi saat ini, kita saja yang mungkin secara umum dikategorikan sebagai masyarakat menengah masih cukup dapat merasakan kesulitan beban kenaikan harga gas elpiji ini, bagaimana dengan saudara-saudara kita yang lainnya?

Mudah-mudahan masyarakat kita dapat bertahan dan bisa menjadi masyarakat yang lebih kreatif di tengah badai kesulitan ini, karena kita juga harus sadar bahwa kita jangan selalu tergantung oleh bantuan pemerintah, saya juga masih yakin bahwa pemerintah kita bukannya tidak memikirkan hal ini, tetapi mungkin masih banyak hal yang pemerintah sedang kerjakan.