Showing posts with label Usaha. Show all posts
Showing posts with label Usaha. Show all posts

14 March 2010

Setahun, Harta Bos Djarum Membubung Rp 34 T


Total kekayaan mencapai US$ 7 miliar atau setara Rp 65 triliun.

VIVAnews - Dibanding 2009, jumlah orang kaya dunia asal Indonesia pada 2010 versi majalah Forbes bertambah. Jika sebelumnya hanya lima orang, untuk periode 2010 menjadi tujuh orang.

Dua nama yang langganan masuk dalam jajaran 1.000 orang kaya dunia di antaranya adalah Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Tahun ini, duet bos grup Djarum itu membukukan kekayaan masing-masing US$ 3,5 miliar.

Total kekayaan dua bersaudara itu mencapai US$ 7 miliar atau sekitar Rp 65 triliun (kurs Rp 9.200).

Michael Hartono (70) dan Budi Hartono (69) sama-sama berada di urutan 258 orang kaya dunia. Posisi tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya di peringkat 430 dengan masing-masing kekayaan US$ 1,7 miliar.

Dengan demikian, hanya dalam setahun, duet Hartono mampu meraup tambahan kekayaan masing-masing sebesar US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 17 triliun atau total Rp 34 triliun.

Terlahir dengan nama Oei Hwie Siang, Michael mewarisi raksasa bisnis Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada 1963. Oei Wie Gwan meninggal tidak lama setelah pabrik rokok Djarum terbakar habis.

Michael dan Robert yang bernama kecil Oei Hwie Tjhong, lalu bahu-membahu mengibarkan bendera Djarum hingga ke luar negeri. Saat ini, Djarum mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, bersaing dengan PT Gudang Garam Tbk dan PT HM Sampoerna Tbk.

Pria berusia 70 tahun ini memiliki empat orang anak. Sedangkan Robert kecil lahir di Kudus pada 1941 dan merupakan anak kedua dari Oei Wie Gwan.

Dia juga sempat masuk orang terkaya ke-10 di Asia Tenggara dan ke-321 di dunia pada 2005 versi majalah Forbes dengan kekayaan US$ 2,3 miliar.

Bahkan, Robert Budi Hartono pada 2004 sempat bertengger di posisi ke-8 dengan kekayaan US$ 2,2 miliar.

Secara fantastis, pada Juli 2007, majalah Globe Asia juga menyatakan Robert sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$ 4,2 miliar atau sekitar Rp 37,8 triliun.

Selain Djarum, Robert dan Michael merupakan pemegang saham terbesar di Bank Central Asia. Berdasarkan situs BCA, per 30 September 2009, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono melalui Farindo Holdings Ltd menguasai sekitar 47,15 persen saham BCA.

Grup Djarum juga tercatat memiliki pusat perbelanjaan mewah, apartemen, perkantoran, dan hotel di Grand Indonesia.

Sumber:
www.vivanews.com


Share/Bookmark

Apakah Anda Terlahir Sebagai Sosok Miliarder?


VIVAnews - Bayangkan, harta Rp 500 triliun. Jika disebut lengkap 500.000.000.000.000. Itulah kekayaan Carlos Slim Helu, taipan nomor wahid di dunia seperti dirilis oleh majalah ternama, Forbes pekan ini.

Bayangkan, apa yang bisa anda lakukan dengan kekayaan sebesar itu. Tentu banyak sekali yang bisa diperbuat.

Nah, apakah anda bermimpi masuk dalam jajaran 1000 orang kaya atau setidaknya apakah anda dilahirkan sebagai sosok calon miliarder. Sebelum anda menyiapkan strategi serius menuju pertumbuhan dan menghadapi semua tantangan, anda perlu menjawab setidaknya 10 pertanyaan berikut ini.

Pertanyaan-pertanyaan itu diinspirasi oleh sejumlah psikolog yang pernah menangani para pembesar dunia. Di antaranya adalah Debra Condren, yang telah bekerja di perusahaan raksasa Cevron, Hewlett-Packard dan 3M. Kemudian, David Ballard, kepala asosiasi Psikolog Amerika, serta Joan Kane, psikolog Manhattan yang menangani banyak eksekutif tingkat tinggi.

Berikut ini pertanyaan yang mereka ajukan sebelum anda menjadi miliarder.

1. Mengapa punya tujuan besar?
Petakan tujuan jangka panjang untuk bisnis anda sebelum anda mengubah kecepatan roda gigi untuk mendorong pertumbuhan.

2. Bagaimana anda melihat sekeliling?
Sosok bintang seperti Bill Gates dan Sam Walton adalah sosok revolusioner yang bisa jadi panutan. Seorang miliarder harus bisa mentransformasikan dan memunculkan ide-de baru. Itu butuh kecerdasan, kegigihan dan keberuntungan.

3. Apakah anda bisa mengelola ambiguitas?

Sosok pengusaha yang sukses bisa melihat hutan data belantaran yang saling bertentangan. Direktur Operasional mungkin ingin ekspansi ke Asia, tapi Direktur Pemasaran beranggapan masih prematur. Menghadapi situasi ini, pengusaha bisa menentukan pilihan mengambil putusan yang tepat.

4. Apakah anda terinspirasi oleh kreativitas?
Banyak pengusaha mulai dari kreativitas awal. Tapi imajinasi seperti itu bisa dijalankan ketika tiba saatnya untuk menginstalnya dalam sistem dan proses yang diperlukan untuk mengakomodasi pertumbuhan.

5. Apakah siap membuat keputusan berat?

Tentu, saudara dan teman baik membantu anda di awal bisnis. Tetapi, mereka mungkin kurang berguna ketika bisnis tumbuh. Jika anda merasa tidak nyaman untuk mengganti mereka, maka perusahaan akan tetap kecil.

6. Apakah bisa tampil ke publik?

Perusahaan yang besar butuh publik figur. Sosok pengusaha yang kerap tampil lebih mudah memiliki waktu ketimbang mereka yang menghindar dari sorotan. Jika anda tak suka bicara di depan umum, tapi masih ingin tumbuh, anda bisa percayakan pada orang lain sebagai juru bicara.

7. Apakah anda bisa membuat kesepakatan?

Dalam kebanyakan kasus, semakin besar bisnis anda, maka semakin banyak pula masukan yang anda butuhkan dari orang-orang di sekitar. Pengusaha yang selalu berpikir dengan cara saya, maka siap-siap saja kalau tetap kecil.

8. Apakah anda bisa mendelegasikan?
Semakin besar perusahaan anda, semakin sedikit waktu yang anda miliki untuk berinteraksi dengan karyawan. Karenanya, anda tidak akan selalu tahu perkembangan semua departemen. Jika anda tidak dapat mendelegasikan, lupakan soal pertumbuhan.

9. Bisakah anda bekerja pada hari Natal atau Lebaran?

Perjalanan menuju puncak perlu pengorbanan. Anda mungkin akan kehilangan acara-acara keluarga, bahkan anda mungkin akan merindukan mereka karena kesibukan pekerjaan yang luar biasa.

10. Bisakah anda hidup terisolasi?

Menjadi miliarder bisa kesepian. Teman bisa muncul dari mana saja, namun hubungan yang hangat sulit dikembangkan. Sosok milyarder bisa mengendus adanya parasit, namun bisa menumbuhkan kesetiaan orang dalam yang bisa dipercaya.

sumber asli:
Forbes.com


Share/Bookmark

16 November 2009

Miliki 300 Juta User, Facebook Jadi Tambang Bisnis


Jakarta - Biasanya Facebook hanya menghabiskan waktu. Tapi bagi sebagian orang, Facebook yang memiliki lebih dari 300 juta user adalah tambang bisnis yang menjanjikan bagi keberhasilan usaha.

Saat ini sudah semakin banyak usaha kecil yang menggunakan Facebook untuk meraih sukses. Facebook dijadikan sarana untuk mencari pelanggan baru, membangun komunitas penggemar online dan menggali informasi pelanggan.

"Anda perlu berada di tempat pelanggan dan calon pelanggan. Dengan 300 juta orang di Facebook dan terus tumbuh, itu audien potensial untuk banyak produk dan jasa," kata Clara Shih, penulis The Facebook Era (Pearson Education, 2009).

Bagi kebanyakan bisnis, Facebook Pages adalah tempat terbaik untuk memulai. Halaman ini berbeda dari profil individu dan Groups Facebook. Pages memungkinkan usaha untuk mengumpulkan penggemar, sama seperti yang dilakukan selebriti, tim olahraga, musisi dan politisi. Saat ini sudah ada 1,4 juta Facebook Pages dan mengumpulkan lebih dari 10 juta penggemar setiap harinya.

Bisnis dapat dengan mudah hadir di web lewat Facebook, bahkan jika usaha itu tidak memiliki situs web sendiri. Kebanyakan perusahaan memelihara situs web sendiri untuk menjangkau orang-orang yang tidak menggunakan Facebook, atau untuk mengatasi jika ada pemblokiran akses ke situs itu.

Bisnis dapat mengklaim alamat agar mencerminkan nama bisnis, seperti www.facebook.com/Starbucks. Halaman Facebook itu dapat dilink ke situs perusahaan atau ke layanan e-commerce.

Facebook menawarkan berbagai alat agar cepat menggapai banyak penggemar. Shih merekomendasikan pendatang baru bertanya pada diri sendiri pertanyaan sederhana, apa tujuan dasar Anda? Apakah mendapatkan lebih banyak pelanggan? Membangun kesadaran merek? Menciptakan sebuah tempat untuk dukungan pelanggan?

Jika hal itu sudah dilakukan maka berlanjut dengan menetapkan tujuan serta menyusun strategi yang sesuai.

"Anda bisa menghabiskan banyak waktu di Facebook. Tapi jika Anda seorang bisnis, tidak banyak waktu untuk dibuang. Pertama tetapkan tujuan Anda, memulai dari yang kecil dan melakukan hal-hal yang membantu Anda mencapai tujuan Anda," kata Shih, yang juga pendiri Hearsay Labs, sebuah perusahaan perangkat lunak pemasaran Facebook

Shih menyarankan pelaku bisnis agar meminta teman-teman dan keluarga untuk menjadi penggemar dari halaman mereka, sehingga menampilkan kerumunan saat pertama debut. Kemudian halaman dapat tumbuh secara organik dari mulut ke mulut, atau dari iklan atau promosi.

Setelah itu halaman dapat dimeriahkan dengan foto, komentar dan informasi. Saat sudah tumbuh maka dapat ditambahkan video atau aplikasi bisnis. Halaman itu juga harus mencerminkan ciri khasnya.

Contohnya halaman es krim harus terasa berbeda dari rumah duka. "Halaman-halaman yang paling sukses adalah yang benar-benar memiliki ciri khas bisnis," kata Tim Kendall, direktur moneterisasi Facebook.

Art Meets Commerce adalah perusahaan pemasaran di New York yang sukses menggunakan Facebook sebagai bagian penting dari kampanye publisitas produksi teaternya. Halaman Facebook untuk acara Rock of Ages misalnya, memiliki lebih dari 13.000 penggemar.

Anggota staf terus-menerus memperbarui halaman dengan foto-foto baru, video dan kutipan dari para pemain. Tapi ia mengingatkan halaman Facebook bukan hanya menyangkut pemasaran.

"Anda akhirnya bergerak dari seorang internet marketer dan masuk ke layanan pelanggan," ujar Jim glaub, direktur kreatif di lembaga tersebut. Banyak orang menggunakan Facebook untuk mengajukan pertanyaan, berapa lama pertunjukannya? parkirnya di mana? dan Anda harus menjawabnya. [mdr]

Sumber:
Inilah.com


Share/Bookmark

12 November 2009

3 Resiko Investasi yang Paling di Takuti Orang

Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 746/XIV


"Beranikah saya mengambil risiko dalam berinvestasi?" Pertanyaan ini mungkin sering terlontar bila Anda sedang menimbang-nimbang untuk melakukan investasi. Katakan Anda punya uang Rp 10 juta, dan Anda bingung apakah akan menaruhnya di bank atau di tempat lain. Kalau ditaruh di bank, Anda mungkin merasa aman. Tetapi kadang-kadang, tawaran investasi di tempat lain seringkali cukup besar dan sangat menggoda, sehingga ini kadang-kadang menakutkan Anda.

Yang namanya investasi pasti ada risikonya. Nah, dari pengalaman saya selama ini, biasanya hanya ada tiga (3) risiko yang paling ditakutkan orang ketika mereka berinvestasi:

  1. Turunnya Nilai Investasi

    Risiko yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi umumnya adalah "Apakah uang saya akan hilang?" Kebanyakan orang mungkin menjawab "tidak" kalau ditanya seperti itu. Iyalah, mana ada, sih orang yang mau kehilangan uangnya? Akan tetapi, masalahnya, yang namanya risiko pasti ada dalam setiap investasi. Hanya bedanya adalah di ukurannya. Ada produk investasi yang risikonya cukup besar, ada yang sedang, ada yang kecil. Itu mungkin butuh pembahasan yang khusus di NOVA nomor-nomor mendatang. Yang jelas, satu hal yang paling ditakuti orang, sekali lagi adalah: "Apakah uang saya akan hilang?"

    Oke, sekarang kalau Anda berinvestasi, seberapa besar penurunan nilai yang bersedia Anda tanggung bila Anda mengalami kerugian? 10 persen? 30 persen? 50 persen? Atau 100 persen? Berapapun besar kerugian yang bersedia Anda tanggung, ingatlah, itu adalah bagian dari berinvestasi. Jangan pernah mengharapkan Anda akan terus-menerus untung. Yang namanya kerugian, sesekali memang harus dialami. Kalau enggak mengalami, ya enggak belajar, kan?


  2. Sulitnya Produk Investasi itu Dijual

    Risiko kedua yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi adalah apakah produk investasi yang dibelinya itu mudah untuk dijual kembali. Beberapa orang mungkin senang berinvestasi ke dalam emas karena emas dianggap mudah dijual kembali. Akan tetapi, ada juga orang yang berinvestasi ke dalam mata uang dolar Amerika, dan dolar tersebut cepat-cepat dimasukkannya ke bank. Ini karena bila dolar itu disimpan di lemari, maka kondisi fisik dari kertas uangnya mungkin akan menurun, dan itu kadang-kadang akan menyulitkan bila suatu saat dolar itu hendak dijual kembali. Maklum, beberapa bank seringkali tidak mau membeli mata uang asing Anda bila kondisi uang kertasnya robek, rusak atau kumal.

    Contoh lain dari produk investasi yang tidak selalu mudah untuk dijual kembali adalah barang-barang Koleksi. Barang-barang koleksi umumnya tidak selalu mudah dijual kembali karena pasar pembeli barang-barang ini sangat spesifik. Lukisan misalnya. Karena pasarnya yang spesifik, tidak selalu mudah menjual lukisan. Tapi, sekali terjual, bisa saja harganya sangat tinggi dan memberikan untung yang lumayan buat orang yang menjualnya.

    Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, ketahui lebih dulu seberapa mudahnya produk investasi Anda bisa dijual kembali. Jangan sampai Anda berinvestasi tapi tidak bisa menjualnya, karena barangnya memang sulit dijual.


  3. Hasil Investasi yang Diberikan Tidak Sebesar Kenaikan Harga Barang dan Jasa

    Bayangkan kalau Anda berinvestasi di deposito yang memberikan bunga 10 persen setahun, sedangkan dalam setahun harga barang dan jasa malah naik 15 persen? Hal ini seringkali terjadi, bukan karena terlalu tingginya kenaikan harga barang dan jasa, tetapi karena produk yang dipilih itu sendiri belum tentu sesuai.

    Iya dong, beberapa dari Anda mungkin menginginkan produk investasi yang aman dan konservatif. Tetapi, konsekuensinya adalah bahwa Hasil Investasi yang didapat mungkin saja tidak bisa menyamai kenaikan harga barang dan jasa. Kalau itu terus Anda alami dari tahun ke tahun, maka Anda akan bangkrut.

    Apa yang harus Anda lakukan untuk menghadapi risiko ini? Jangan menutup diri terhadap informasi. Pelajari produk-produk investasi lain yang mungkin Anda belum tahu, dan setelah itu cobalah masuk ke situ dengan mempertimbangkan segala konsekuensinya. Lama-kelamaan, Anda pasti bisa mengatasi tingginya kenaikan harga barang dan jasa dengan berinvestasi pada produk yang memang berpotensi untuk bisa memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding kenaikan harga barang.

Selamat berinvestasi!


Share/Bookmark

15 August 2008

Tips Beriklan di Google Adwords



Google mengajak UKM Indonesia beriklan melalui AdWords agar usahanya dapat lebih maju. Bagaimana cara yang efektif? Marketing Manager Google South East Asia berbagi tips.


Sumber: detik.tv




Search My Site