Showing posts with label Perusahaan. Show all posts
Showing posts with label Perusahaan. Show all posts

05 August 2009

Obligasi PLN Menjanjikan

Rudiantara

Jakarta, Kompas - Obligasi internasional senilai 750 juta dollar AS yang diterbitkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara mendapat respons yang sangat baik dari pasar. Perseroan pun semakin optimistis untuk melanjutkan rencana menerbitkan obligasi dalam rupiah tahun ini.


Wakil Direktur PT PLN Rudiantara, Selasa (4/8) di Jakarta, mengemukakan bahwa obligasi internasional PLN mengalami kelebihan permintaan sampai sebelas kali lipat.


”Sampai menjelang penutupan, order book-nya sampai 8,6 miliar dollar AS, tetapi kita tetap ambil 750 juta dollar AS,” ujarnya. Obligasi internasional PLN mulai ditawarkan Senin siang waktu Indonesia kepada investor di Asia, Amerika Serikat, dan Eropa.


PLN telah melakukan lawatan nonkesepakatan bisnis (non-deal roadshow) ke Singapura, Hongkong, Inggris, dan Amerika Serikat pada Mei 2009. Obligasi bertenor 10 tahun itu ditawarkan dengan imbal hasil 8,125 persen. Terakhir, PLN menerbitkan obligasi internasional tahun 2007 sebesar 1,1 miliar dollar AS.


Kantor Berita Dow Jones mencatat bahwa obligasi yang ditawarkan PLN diminati oleh 310 penawar yang terdiri atas manajer aset, perbankan, perusahaan pengelola dana pensiun, dan investor ritel. Pembeli didominasi oleh investor Asia, yaitu sekitar 44 persen, disusul Amerika Serikat dan Eropa.


Obligasi yang diterbitkan PLN menjadi obligasi kedua yang berasal dari negara berkembang. PLN dinilai masuk pada saat yang tepat, yaitu saat kondisi pasar yang sedang membaik.


Hal itu, antara lain, ditunjukkan yield yang lebih rendah dibandingkan perkiraan awal yang dikeluarkan Barclays Capital dan UBS AG sebagai penjamin.


Namun, analis menilai yield yang ditawarkan PLN termasuk tinggi. Sebelum mengeluarkan obligasi internasional, PLN telah menerbitkan obligasi senilai Rp 2,2 triliun pada 12 Januari 2009.


Belanja modal


Obligasi itu terdiri atas obligasi konvensional PLN X tahun 2009 dan sukuk ijarah III tahun 2009. Dana yang terhimpun dari penjualan obligasi pada awal tahun itu digunakan PLN untuk membiayai pembangunan jaringan transmisi listrik proyek 10.000 megawatt.


Adapun dana dari penerbitan obligasi internasional akan digunakan sebagai belanja modal dan membiayai operasional perusahaan di luar proyek pembangkit 10.000 MW.


Antusiasme pasar atas obligasi internasional itu membuat perseroan optimistis terhadap rencana mereka untuk menerbitkan obligasi dalam nominasi rupiah sekitar Rp 1,5 triliun.


Dari sisi kinerja, kondisi keuangan PLN membaik yang ditunjukkan dengan posisi penerimaan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang meningkat.


Tahun 2008, EBITDA PLN Rp 14,6 triliun, naik dibanding tahun 2007 sebesar Rp 13,2 triliun. Sampai 2008, PLN memiliki utang dalam bentuk dollar AS yang nilainya setara Rp 35 triliun dan dalam mata uang yen senilai Rp 23 triliun. (DOT)


sumber: koran kompas


31 August 2008

IPB Temukan Spesies Hewan Langka di areal HPH


PALEMBANG - Perusahaan penghasil bubur kertas PT Musi Hutan Persada (MHP) harus lebih perhatian terhadap konservasi lingkungan. Pasalnya, di dalam areal konsesi lahannya ditengarai merupakan perlintasan satwa liar di Sumatra Selatan.

Spesies yang termasuk hewan dilindungi itu di antaranya harimau sumatra (Panthera tigris sumatrensis, Linnaeus, 1758), musang (Paradoxurus hermaphroditus, Pallas, 1777), gajah sumatra (Elephas maximus, Linnaesu, 1758), kera (Macaca fascicularis, Raffles, 1821), dan rangkong (Buceros rhinoceros).

Seperti disimpulkan dalam laporan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), kawasan hutan yang terletak dalam Hak Pengusahaan Hutan (HPH) Tanaman Industri (TI) PT MHP tidak termasuk sebagai kawasan hutan yang dapat mempertahankan populasi spesies yang ada di alam secara layak.

"Pengelolaan terhadap HCVF (High Conservation Value Forest) atau kawasan hutan dengan nilai konservasi tinggi, yang dilakukan PT MHP atas HCVF tipe 1 dan 2 dinilai telah memenuhi beberapa komponen. Penilaian itu penting agar mereka mendapatkan sertifikasi lingkungan," kata Hadi Jatmiko, aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel kepada okezone di Palembang, Jumat (29/8/2008).

Hadi menyebutkan terdapat spesies hampir punah dalam konsesi HPHTI PT MHP mengacu hasil identifikasi dan analisis keberadaan HCVF yang diterbitkan perkebunan raksasa itu bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan IPB.

"Dengan luas hutan yang dikelola 296.400 hektare di Benakat, Subanjeriji, dan Martapura, PT MHP tergolong perkebunan raksasa. Proporsinya berkisar 2,6 persen dari sisa kawasan hutan 11.385.000 hektare di Pulau Sumatra," tegas Jatmiko.

Antara tahun 1985-2003, sambung dia, laju penurunan hutan di Sumatra mencapai 21 persen dari semula 23.324.000 ha. "Tak heran bila akibatnya fauna langka bukan kembali ke habitatnya melainkan populasinya jadi makin sedikit karena Sumatra tiada lagi menyediakan hutan di alam yang baik untuk menghidupi binatang," tutup Hadi.

(ful)


Sumber:
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/08/30/1/141392/ipb-temukan-spesies-hewan-langka-di-areal-hph