NEW YORK - Microsoft secara mengejutkan mengakui kalau sistem operasi yang berjalan di Mac sangatlah menawan. Bahkan sistem operasi mereka yang terbaru, Windows 7 secara tidak langsung terinspirasi dari kompetitornya tersebut.
"Apa yang telah kami coba lakukan dengan Windows 7 apakah itu format tradisional atau dalam format sentuhan, secara tidak langsung terinspirasi dari tampilan dan grafis Mac," beber Manajer Microsoft grup Simon Aldous, yang dilansir PCR, Jumat (13/11/2009).
"Salah satu alasan kenapa kami terinspirasi, karena banyak orang mengatakan tentang Apple Mac OS yang fantastis, dengan grafis yang memukau, dan mudah digunakan. Oleh karena itu kami terpacu untuk mengalahkannya," tambahnya
Namun, Simon menambahkan, walaupun grafis Windows 7 banyak 'meminjam' dari Mac OS X grafik, grafis dan teknologi yang diusung Microsoft jauh lebih stabil dibandingkan dengan platform Mac.
Sayangnya tidak demikian pendapat kolumnis teknologi Walt Mossberg. Pria yang menulis ulasan mengenai Windows 7 itu mengatakan, OS terbaru besutan Microsoft tersebut sama baiknya dengan OS Mac. Meski begitu ia mengaku masih lebih memilih OS besutan Steve Jobs untuk digunakan sehari-hari.
"Dalam pandangan saya, Snow Leopard masih lebih cepat dan dapat diandalkan. Ini karena beberapa aplikasi built-in Apple masih lebih lengkap, seperti email, foto dan software video. Windows 7 kalah bersaing soal teknologi tersebut," tandas Mossberg. (tyo)
Saat ini banyak orang di Indonesia yang menggunakan Facebook sebagai salah satu alat untuk berinteraksi dengan banyak teman dan keluarga. Bahkan mungkin saat ini mayoritas pengguna internet di Indonesia setidaknya sudah memiliki sebuah Facebook account.
Kegiatan di Facebook ini yang paling umum adalah berbagi statusnya kepada teman-temannya dan saling komentar terhadap teman lainnya. Tentunya ada hal menarik lainnya dalam menggunakan Facebook ini, diantaranya adalah memamerkan foto-foto atau videonya.
Biasanya untuk melakukan kegiatan upload foto ataupun video kita menggunakan aplikasi yang sudah ada pada situs Facebook itu sendiri. Tapi ada cara mudah lainnya yang dapat kita lakukan untuk kegiatan upload foto dan video ini, yaitu dengan bantuan beberapa software khusus sebagai uploader.
Bloom2.5 Facebook Foto Uploader
Salah satu software untuk kebutuhan ini adalah adalah bernama Bloom2.5. Bloom2.5 adalah software uploader untuk mengupload foto-foto ataupun video yang kita miliki ke Facebook account kita. Kita dapat dengan mudahnya mengupload file foto-foto atau video kita.
Dengan Bloom ini kita juga dapat mendownload foto-foto atau album teman-teman kita sehingga mudah melihatnya kembali.
Jakarta - Siapa bilang software lokal tak bisa bersaing dengan buatan vendor asing? Buktinya, meski berstatus 'buatan lokal' namun sudah banyak software-software anak negeri yang menjelajah dunia.
Salah satunya adalah PT Pesona Edu yang juga merupakan anggota lokal baru Business Software Alliance. Simon Bone, General Manager Sales & Marketing PT Pesona Edu mengatakan bahwa software pendidikan yang dibuat perusahaannya sudah tersebar ke 23 negara di dunia.
Dan yang lebih membanggakan lagi software ini dibuat seluruhnya oleh anak bangsa. "Kami juga telah memiliki 4 regional di negara ASEAN," ujarnya di sela acara pengumuman anggota baru BSA di Restauran Sate Senayan Jakarta, Rabu (1/7/2009).
Perusahaan lain yang juga telah menangguk sukses di pasar software dunia adalah PT Mitrais. Wiwie Haris, Direktur PT Mitrais bahkan mengaku bahwa softwarenya lebih dikenal di negara lain ketimbang di tempar asalnya.
Padahal PT Mitrais berasal dari Bali, namun mampu mengembangkan sayap bisnisnya di Malaysia, Australia hingga Afrika. Software yang dibuatnya lebih menyasar para software house yang juga ingin membuat suatu piranti lunak.
Inilah sedikit dari sejumlah prestasi software lokal yang mampu menaklukkan dunia. Belum pula dihitung berapa banyak putra-putri bangsa yang direkrut perusahaan asing sebagai developer.
Sayangnya, bukti sahih tersebut terkadang masih dianggap kurang untuk meyakinkan bagaimana kualitas software buatan anak negeri di rumah sendiri. Tak heran jika masih ada saja yang memandangnya sebelah mata.
"Harusnya tak ada alasan software lokal dianggap tidak layak," tandas Simon. ( ash / faw ).
Although Apple is yet to acknowledge 3G connectivity issues surrounding its newly-released iPhone, reports are hitting from everywhere with claims of both hardware and software glitches to be the cause of weak signals. Additionally, Apple is said to be prepping a software fix to deal with the problems users are experiencing.
A BusinessWeek piece, for instance, reveals that the Infineon chipset used to provide 3G connectivity in the iPhone is likely the cause of the said issues. Forced to keep up with the immense data consumption of the device, the connectivity is poor or lost in some cases. Other sources cited in the report say that Apple has been so conservative with the software settings that the device cannot accurately determine whether the 3G signal and bandwidth are sufficient to support the features using it.
"Two sources say Apple will likely issue a software update by the end of September - if not by the end of this month - to resolve the issues," reads the report. "Apple and Infineon are currently testing the fix, which will be included in a broader update of the iPhone's software [...]. Part of the role of the Infineon chip is to check whether there's enough 3G bandwidth available in a given area. If 3G isn't available or there isn't enough bandwidth, the iPhone will be shifted to a slower network."
But here's where it gets interesting. According to another source, "Apple programmed the Infineon chip to demand a more powerful 3G signal than the iPhone really requires". The author deduced that "if too many people try to make a call or go on the Internet in a given area, some of the devices will decide there's insufficient power and switch to the slower network - even if there is enough 3G bandwidth available".
It is fair to assume these predictions are accurate, as well as those made by an MSNBC.com article citing a report from Ny Teknik, a Swedish technical magazine, which MacRumors points out to. This source claims that the issues are, in fact, related to the hardware inside the new iPhone 3G: "... the most likely cause of the 3G problems is defective adjustments between the antenna and an amplifier that captures very weak signals from the antenna," the source is cited. "This could lead to poor 3G connectivity and slower data speeds." Do you own an Apple 3G handset? Are you experiencing these issues? Source : http://news.softpedia.com